Araecerus fasciculatus, Hama Kopi yang Mengintai di Gudang Penyimpanan

Artikel Kopi Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Ancaman serangan hama dan penyakit tidak hilang begitu saja saat kopi selesai dipanen. Di tahap pasca panen, hama Araecerus fasciculatus (Colcoptra: Anthribidae) bisa saja menyerang apabila kebersihan, suhu, dan kelembapan gudang penyimpanan tidak diperhatikan.

Kelembapan yang tinggi memang dapat mengundang hama dan cendawan datang. Kerugian pascapanen akibat hama gudang dari golongan serangga bahkan bisa mencapai 5-50%.  A. fasciculatus pun tidak hanya menyerang buah kopi saat sudah berada di gudang, tapi juga ketika masih di lapang.

Kumbang betina meletakkan telurnya pada permukaan biji kopi. Setelah menetas, larva menggerek masuk ke dalam biji dan tinggal di dalamnya. Larva kemudian berubah menjadi kepompong di dalam biji hingga dewasa. Setelah dewasa, kumbang keluar dari biji dengan membuat lubang. Akibatnya, biji berlubang dengan diameter 0,5-1 mm dan sisa gerekannya berserbuk. 

Menurut Mahadika Puspitasari dan Gusti Indriati dari Balitri, pengendalian hama ini dapat dilakukan sebelum serangan terjadi maupun setelahnya. Untuk pengendalian sebelum serangan atau pencegahan, biji kopi dapat dibungkus rapat dengan bahan mylar sehingga tercipta kondisi kedap udara di dalam kemasan. 

Sebelum dibungkus, biji kopi sebaiknya dijemur atau dipanaskan terlebih dahulu hingga kadar airnya menjadi 7,5-12%. Kondisi ini membuat biji kopi tidak disukai kumbang sehinga memperkecil kemungkinan terjadinya serangan.

Gudang tempat penyimpanan juga harus dijaga kebersihan dan aerasinya. Begitu pun dengan suhu dan kelembapan, diatur agar tetap terjaga sekitar 25⁰C dan 50%. Biji kopi yang terlebih dulu masuk diupayakan agar lebih dulu keluar sehingga tidak disimpan terlalu lama. Lakukan fumigasi apabila ada biji kopi yang datang dari daerah lain yang pernah terserang A. fasciculatus

Apabila hama terlanjur menyerang, pengendalian dapat dilakukan secara biologis dengan memanfaatkan musuh alami seperti Anisopteromalus calandrae, Cephalonomia gallicola, Apanteles araecer, Cephalonomia gallicola, Cleonymus texanus, Eupelmus cushmani, dll.

Pengendalian juga bisa dilakukan secara mekanis dengan menurunkan kadar air biji kopi hingga di bawah 7,5% agar tidak cocok digunakan sebagai tempat berkembang hama. Sanitasi tempat penyimpanan dan penggunakan kemasan yang tertutup rapat pun mampu menurunkan investasi kumbang A. fasciculatus.

Selain biologi dan mekanis, ada juga pengendalian kimiawi dengan fumigasi. Biji kopi diletakkan di ruang kedap udara yang telah difumigasi menggunakan fosfin, lalu didiamkan selama 24 jam untuk memastikan tidak ada lagi serangga yang hidup di dalam penyimpanan. (Nurul/Tim Web)

Ingin tahu lebih lengkap tentang Araecerus fasciculatus? Klik link berikut ini: Warta: Araecerus fasciculatus De Geer, Hama pada Buah Kopi di Penyimpanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *