Anggota Komisi IV DPR RI Kunjungi Balit Palma

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Manado, 03 November 2020. Balai Penelitian Tanaman Palma (Balit Palma) sebagai salah satu UPT Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian mendapat kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Mindo Sianipar. Pak Mindo, panggilan akrab legislator senior dari PDIP ini datang bersama calon investor dan pengusaha pengolah Nata de Coco. Kedatangan perdana ini bertujuan ingin melihat dari dekat keberadaan Balit Palma, Balitbangtan terkait dengan inovasi teknologi yang telah dihasilkan hingga saat ini.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Balit Palma Dr. Ir. Ismail Maskromo, M.Si. di ruang kerjanya. Pada pertemuan singkat tersebut telah disampaikan tentang berbagai inovasi teknologi kelapa dan palma lainnya yang telah dihasilkan. Kepala Balit Palma menyempaikan hasil yang menonjol seperti varietas unggul baru yang cepat berbuah dan lambat bertambah tinggi, perbaikan teknologi budidaya kelapa dan teknologi pengolahan olahan kelapa yang dapat diterapkan oleh petani.

Kunjungan dilanjutkan di lapang melihat tanaman kelapa unggul dan eksotik meliputi kelapa Genjah Raja, Genjah Entog Kebumen, Genjah Pandan Wangi dan Dalam Bido yang mulai berbuah pada umur dua tahun setelah tanam. Selanjutnya rombongan diajak menonton audiovisual Profil Balit Palma di Mini Theater TSP Bioindustri Palma Mapanget.

Dalam sambutannya setelah menyimak Profil Balit Palma “Dahulu Kini dan Nanti”, Mindo Sianipar menyampaikan bahwa ke depan komoditi kelapa menjadi prioritas untuk dikembangkan karena merupakan tanaman yang melibatkan petani kecil secara langsung. Berbeda dengan sawit yang pengembangannya dalam bentuk korporasi dengan skala luas. Beliau akan mendukung pengembangan tanaman perkebunan selain sawit terutama kelapa, aren sagu dan pinang untuk mendapatkan pendanaan penelitian yang memadai untuk mendorong percepatan mendapatkan inovasi teknologi yang membumi.

Terkait dengan pengembangan berbagai produk olahan kelapa yang benilai ekonomi, Mindo Sianipar mendorong Balit Palma untuk mendapat inovasi-inovasi teknologi yang dapat diterapkan ditingkat petani. Harus bisa dijawab “Berapa pendapatan petani kelapa saat ini, bukan berapa hasil kopra yang diperoleh petani” ungkap beliau. Hal tersebut sejalan dengan penyampaian Kepala Balit Palma bahwa selain produk utama berupa kopra dan minyak dari buah kelapa terdapat peluang untuk mendapatkan produk turunan berupa pengolahan dari produk utama, produk ikutan yaitu dari pemanfaatan sabut, tempurung dan air serta produk alternatif yaitu ‘edible coconut’ yang sekarang sedang diminati pasar dunia dan pengolahan nira menjadi gula cair, gula kristal maupun gula cetak. Semuanya memiliki nilai jual yang tinggi dan pasar yang luas. Namun demikian perlu diiringi dengan usaha perubahan ‘mindset’ petani untuk melakukan proses pengolahan untuk mendapatkan nilai tambah produk serta pendampingan dan dukungan dari pemerintah serta mitra usaha dan investor yang tertarik pada komoditi palma ini.

Selanjutnya rombongan di bawa ke Unit Pengolahan VCO di kawasan TSP Bioindustri Palma Mapanget. Di pengolahan VCO beliau melihat dan mendengarkan penjelasan proses pengolahan VCO skala kelompok tani dengan cara kering oleh peneliti bidang Pascapanen Adhitya Y. Pradhana, STP, MSi yang didampingi oleh Tim Seksi Jasa Penelitian. VCO sendiri saat ini mempunyai nilai tambah yang baik karena di masa pandemi Covid-19 bermanfaat untuk kesehatan, banyak dicari karena dapat meningkatkan imun tubuh.

Proses pengolahan VCO di Balit Palma menggunakan kelapa unggul varietas Dalam Mapanget. Proses pengolahan dimulai dari kelapa dibelah, kemudian air kelapa dikeluarkan dan dapat diolah menjadi nata de coco, daging kelapa ditimbang, diparut, disangrai dan di press untuk memperoleh VCO, kulit arinya diolah menjadi testa oil, ampas/mealnya diolah menjadi tepung sebagai bahan baku kue kelapa, tempurung maupun sabut sebagai bahan bakar untuk penyangraian dan abu sisa pembakaran sebagai pupuk, sehingga menjadi unit pengolahan kelapa terpadu yang dapat memberi nilai tambah untuk petani.

Setelah melihat proses tersebut Pak Mindo mendukung proses pengolahan kelapa terpadu yang dapat memberi nilai tambah untuk petani dan dari unit pengolahan tersebut asapnya dapat digunakan sebagai asap cair yang bila dihasilkan asap cair grade 1, maka nilai ekonominya juga bagus. Beliau juga mendukung pengembangan dan inovasi teknologi dari Peneliti Balit Palma yang berujung pada kesejahteraan petani kelapa. Salam kelapa, “Kayalah dan Sejahteralah petani kelapa Indonesia”.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *