Alat Budchip Tebu Tegakan Tipe Manual

Artikel Tebu Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman perkebunan yang termasuk dalam program swasembada. Pengembangannya perlu dipacu dengan memberikan beberapa masukan teknologi, terutama alat dan mesin pertanian. Sebagian besar tanaman tebu di Indonesia adalah tanaman tebu petani atau tebu rakyat. Luas pertanaman tebu 429,929 hektar (Ditjenbun, 2019).

Proyeksi kebutuhan gula konsumsi nasional tahun 2019 sebesar 2,825 juta ton. Produksi nasional pada tahun 2016 baru mencapai 2,212 juta ton. Kekurangan gula konsumsi sebesar 0,613 juta ton masih dipenuhi dari impor. Swasembada gula konsumsi dapat dicapai bila dilakukan perbaikan di bidang on-farm (perluasan areal, perbaikan sarana irigasi dan penyediaan sarana produksi, bahan tanaman unggul, teknologi budidaya serta alsintan), sedangkan di bidang off-farm (kebijakan, revitalisasi dan pembangunan pabrik gula baru) (Anonymous, 2006).

Menurut Djumali et al. (2017) peningkatan produktivitas dan rendemen tebu dapat dicapai dengan cara penggunaan benih budchip. Cara tersebut mampu meningkatkan bobot batang sebesar 4.25-5.58% dari benih bagal. Benih budchip mampu menghasilkan pertumbuhan anakan lebih serempak dan lebih banyak 55% dibanding benih bagal (Loganandhan et al., 2012). Pertumbuhan anakan yang serempak menghasilkan bobot batang yang lebih seragam dibanding pertumbuhan anakan yang tidak serempak (Munsif et al., 2015). Keseragaman bobot batang tebu dalam satu rumpun berpengaruh positif terhadap rerata bobot batang (Singh dan Gurpreet, 2015). Oleh karena itu benih budchip menghasilkan bobot batang tebu lebih tinggi dibanding benih bagal.

Oleh karena itu perlu agar penggunaan benih bud chip lebih efisien, dimana batang tebu setelah diambil mata tunasnya masih bisa dijadikan tebu giling, serta perawatan tanaman menggunakan mesin pedot oyot yang sesuai, maka perlu dilakukan penelitian uji mesin budchip sistem tegakan. Dikarenakan Balittas telah menghasilkan mesin budchip tebu (Purlani et al., 2016) yang perlu ditingkatkan efektivitas dan efisiensinya.

Alat budchip ada sekarang ini, masih menggunakan alat pengambil mata tunas tipe duduk. Dimana, batang tebu yang berumur sekitar 6 bulan, ditebang dan diambil mata tunasnya. Setelah itu batang tebu tersebut ditumpuk dan disebar lagi ke lahan setelah diancurkan dan ditunggu sampai melapuk. Hal demikian membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup tinggi. Oleh karena itu maka dirancang alat budchip tipe tegakan yang dapat mengambil mata tunas, tanpa melakukan penebangan batang tebu. Batang tebu yang diambil mata tunasnya bisa digunakan sebagai tebu giling setelah ditunggu sampai waktu tebang.

Teknologi alat budchip tebu untuk memperoleh benih tebu dengan cara mengambil mata tunas pada batang tebu tegakan tanaman dilapang. Selama ini pengambilan benih tebu budchip dari kebun setelah berumur 6-8 bulan dengan cara tebu ditebang selanjutnya diangkut dan diambil mata tunasnya ditempat lain. Pengambilan benih tebu budchip dengan cara tebu ditebang berdampak pada sisa batang tebu yang masih muda kadar gulanya terlalu rendah, sehingga  belum saatnya untuk diolah menjadi gula. Limbah batang tebu yang terkumpul sangat banyak dan belum termanfaatkan. Pengambilan benih budchip pada tegakan tanaman dengan menggunakan alat ini, memungkinkan untuk mendapatkan tebu yang masih dapat dipanen. Hal demikian menjadi harapan baru bagi petani untuk mendapatkan penghasilan dan nilai tambah ganda yaitu dari nilai jual benih dan hasil panen tebu giling.

Teknologi alat budchip tebu untuk memperoleh benih tebu dengan cara mengambil mata tunas pada batang tebu tegakan tanaman dilapang. Selama ini pengambilan benih tebu budchip dari kebun setelah berumur 6-8 bulan dengan cara tebu ditebang selanjutnya diangkut dan diambil mata tunasnya ditempat lain. Pengambilan benih tebu budchip dengan cara tebu ditebang berdampak pada sisa batang tebu yang masih muda kadar gulanya terlalu rendah, sehingga  belum saatnya untuk diolah menjadi gula. Limbah batang tebu yang terkumpul sangat banyak dan belum termanfaatkan. Pengambilan benih budchip pada tegakan tanaman dengan menggunakan alat ini, memungkinkan untuk mendapatkan tebu yang masih dapat dipanen. Hal demikian menjadi harapan baru bagi petani untuk mendapatkan penghasilan dan nilai tambah ganda yaitu dari nilai jual benih dan hasil panen tebu giling.

Selengkapnya simak artikel tersebut pada link berikut : Alat Budchip Tebu Tegakan Tipe Manual

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *