Agribisnis Tanaman Temulawak dan Produk Antara

Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Pengembangan Agribisnis Tanaman Temulawak dan Produk Antara sebagai Bahan Baku Industri Obat Herbal di Lahan Hutan Kabupaten Blora. Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan tanaman asli Indonesia mengandung bahan aktif xanthorrhizol dan curcumin yang berkasiat obat. Agribisnis temulawak dapat dikembangkan melalui pengembangan teknologi budidaya dan pengolahan temulawak menjadi berbagai produk.

Kegiatan ini dirancang mulai dari hulu sampai hilir. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan mulai 2007-2009 di Perum Perhutani Unit I Kesatuan Pemangku Hutam (KPH) Randublatung. Tahap I pelatihan budidaya dan olah produk temulawak. Tahap II Pelatihan teknologi lanjutan dengan fokus olah produk sesuai dengan GMP. Tahap III perluasan budidaya, dan tahap IV pendirian unit pengolah rimpang temulawak.

Hasil panen contoh demplot budidaya sesuai SOP adalah 450-1400 g/rumpun dengan kadar xnthorrhizol dan curcumin masing-masing meningkat 90,90 dan 6,25%, dibandingkan dengan cara petani yang hasilnya 50-160 g/rumpun dengan kadar xanthorrhizol 0.22% dan curcumin 1.2%. Hasil perluasan budidaya mencapai 135 ha, sedangkan pendirian unit pengolah rimpang terdiri dari rumah pengering 6m x 8m, mesin pencuci rimpang, perajang rimpang, penepung, pemarut dan pengemas dilakukan di desa Ngliron, kolaborasi dengan BB Mektan.

Pengembangan kebun temulawak rakyat serta pendirian pabrik mini pengolah rimpang temulawak ini terwujud atas kerja sama multi pihak Tim P4MI Balittro-BB Mektan-Perum Perhutani, Unit I, KPH Randublatung, Asosiasi LMDH Makarti Warna Lestari, LMDH Sidodadimulyo Ngliron, LMDH Wonosumber rejeki Semanggi, LMDH Sidomakmur Jaiklampok, LMDH Jatimulyo Singget dan LMDH Wonotani Temulus. Diharapkan akan dapat menyerap tenaga kerja pedesaan, meningkatkan pendapatan petani dan secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan regional broto (PDRB) Kabupaten Blora.

Sumber : Buku “Penguatan Inovasi Teknologi Mendukung Kemandirian Usahatani Perkebunan Rakyat”.

Info terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *