Workshop Tata Kelola Keredaksian Publikasi Ilmiah

Aktifitas Puslitbangbun

BOGOR, PERKEBUNAN – “Strategi Membangun Karya Tulis Ilmiah, Penyuntingan Naskah, dan Tata Kelola Keredaksian Publikasi ilmiah” itulah tema workshop tata kelola keredaksian publikasi ilmiah yang dilaksanakan Puslitbang Perkebunan, Badan Litbang Kementerian Pertanian tanggal 13 – 15 Juni 2012 di Bogor. Penyelenggaraan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peneliti dalam menulis serta bagi redaksi dalam pengelolaan karya tulis ilmiah.

Workshop dibuka oleh Kepala Pusat Litbang Perkebunan Dr.Ir. Muhammad Syakir, MS. didampingi Dr.Ir. Joko Pitono, M.Sc. sebagai Kabid KSPHP Puslitbang Perkebunan yang dihadiri oleh 90 orang peserta, terdiri dari para peneliti, dewan redaksi dan redaksi pelaksana publikasi ilmiah lingkup Puslitbang Perkebunan, Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbang Peternakan, BP2TP, BBSDLP, dan BB Pasca Panen serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Kepala Pusat menyampaikan bahwa lembaga riset harus berbasis teknologi dan pemikiran. Trend saat ini mengharuskan hasil-hasil teknis ditransfer menjadi edisi populer untuk dikirim ke Direktorat Teknis agar segera digunakan di lapangan.

Jangan hanya menulis yang scientific saja tetapi yang juga penting tulisan yang mudah dibaca oleh khalayak umum sebagai bentuk ungkapan hasil jerih payah kita bekerja dalam penelitian.  Karya tulis harus ada yang bermuara ke perpustakaan untuk dibaca oleh para peneliti dan akademisi, tetapi harus juga ada yang bermuara ke ruang publik/masyarakat. Memang penting untuk menuliskan karya ilmiah atau scientific paper, tapi jangan dilupakan bahwa menulis ke media cetak (surat kabar) juga tidak kalah penting, ujar Kepala Pusat.

Sekarang zaman sudah berubah dari Diam itu Emas ke era teknologi dan informasi. Mari kita belajar mentransformasi ilmu ke bentuk-bentuk karya tulis ilmiah populer sebagai bentuk pertanggungjawaban kita ke publik atau rakyat. Tulisan ilmiah memang diperlukan untuk mencapai kredit point untuk kenaikan pangkat dalam jenjang fungsional agar supaya jangan sampai ada pejabat fungsional yang berguguran. Dalam hal ini fungsi sosial dari redaksi (sebagai tabungan akhirat) sangat diperlukan. Di samping tulisan ilmiah, para peneliti juga harus menulis ilmiah populer, lanjut Kepala Pusat.

Untuk maksud tersebut Kepala Pusat menginstruksikan Kabid KSPHP agar mendisain suatu workshop penulisan majalah populer dengan mengundang nara sumber seperti: Kompas, Sinar Tani, dll. Tulisan populer dapat dilihat sebagai bentuk upaya mem”bumi” kan tulisan karya ilmiah. Ini harus kita jadikan sebagai ciri kita bahwa lembaga litbang kementerian teknis tidak bisa disamakan dengan perguruan tinggi.

Di akhir sambutannya, Kepala Pusat mengingatkan bahwa kontrak kerja Menteri kita hanya 5 tahun, karena itu harus dapat diperlihatkan hasil-hasil yang terukur. Tulisan ilmiah atau ilmiah semi populer kita harus cepat dieksekusi untuk kepentingan masyarakat.

Materi workshop disampaikan oleh para pakar yang sudah berpengalaman di bidangnya , yaitu :

  1. Prof.Dr. Sumarno/Mitra Bestari: Meningkatkan Motivasi Meneliti dan Kemampuan Menulis Ilmiah;
  2. Prof.Dr. Suminar Setiati Achmadi, Ph.D./Pakar IPB: Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Keredaksian;
  3. Prof.Dr. Enny Sudarmonowati/KaPusbindiklat Peneliti LIPI: Pengelolaan Majalah Ilmiah dan Mekanisme Akreditasi Majalah Ilmiah;
  4. Prof.Dr. Elna Karmawati/Pakar Puslitbang Perkebunan: Metodologi Penelitian dan Teknik Penyajian Data;
  5. Ifan Muttaqien, Sp.,M.Sc./Pustaka: Pengelolaan E-Journal;
  6. Prof.Dr. Supriadi/Pakar Puslitbang Perkebunan: Peningkatan Kapasitas Penulis dan Redaksi dalam Pengelolaan Karya Tulis Ilmiah;

Di samping pemaparan makalah dari para narasumber di atas, peserta workshop mengikuti kegiatan praktek evaluasi karya ilmiah yang dipandu oleh Prof.Dr. Supriadi dan Prof.Dr. Elna Karmawati.

Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan workshop ini, dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis serta pengelolaan karya tulis ilmiah bagi redaksi.(Tim Web)

Foto: by Boersa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *