Workshop Kebun Percobaan Lingkup Puslitbang Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Workshop Kebun Percobaan lingkup Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan dengan tema “Penguatan Fungsi Kebun Percobaan Mendukung Program Strategis Badan Litbang Pertanian” dilaksanakan di Gedung Display Puslitbang Perkebunan Bogor pada tanggal 25-26 Februari 2013. Workshop diikuti oleh Kepala Kebun Percobaan yang didampingi oleh Kasie Yantek UPT lingkup Puslitbang Perkebunan.

Dalam arahannya Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. Muhammad Syakir, mengatakan, “Perlu sentuhan agribisnis untuk mengoptimalkan penggunaan lahan pada kebun percobaan”. Antara lain tiap kebun percobaan mengelola minimal 1 agribisnis untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa peneliti kita bisa menerapkan agribisnis. “Jangan ada lahan yang tidak termanfaatkan, bila perlu disewakan kepada petani”.

“Kepala Kebun adalah seorang manajer, jadi harus menerapkan aturan-aturan dalam agribisnis”, imbuh Pak Syakir. Pemanfaatan KP bisa untuk komoditas lain selain komoditas perkebunan yang menjadi tupoksi instansi kita.

Dalam rangka penguatan fungsi KP, Badan Litbang Pertanian akan memberikan bantuan desktop-komputer bagi tiap kebun percobaan. Selanjutnya akan dilakukan pertemuan lanjutan antara Kepala Kebun Percobaan dengan Ka Badan Litbang Pertanian.

Pemaparan dari Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakilkan oleh Kabag Umum Dr. Marhendro menyampaikan : “Strategi Pengembangan Kebun Percobaan Badan Litbang Pertanian”. Dalam uraiannya Pak Marhendro menyampaikan pengembangan Badan Litbang Pertanian pada kurva kedua (second curve development) 2005-2035 yang berfocus pada dukungan pengembangan SDM dan sarana dan prasarana Litbang dalam pelaksanaan program pembangunan petanian. “Pendanaan bertumpu pada APBN Murni dan dukungan dari Bank Dunia (SMARTD)”, kata Pak Marhendro.

Strategi optimalisasi pendayagunaan KP antara lain : (1) Aktualisasi pelaksanaan litbang melalui penggunaan kebun percobaan untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian dan koleksi plasma nutfah, (2) Aktualisasi keunggulan teknologi hasil penelitian dengan menggunakan kebun percobaan untuk diseminasi teknologi melalui show window teknologi, diversifikasi dan ketahanan pangan, dan agro widya wisata hasil Badan Litbang Pertanian, (3) Pendukung pembiayaan litbang: Pemanfaatan untuk peningkatan PNBP, dan Pemanfaatan untuk Kerjasama untuk mendapatkan hibah, lanjut Pak Marhendro.

Sebelumnya pada Sesi pagi hingga siang sudah dilakukan pemaparan oleh Kabid KSPHP, Kabag TU dan Kabid PE kepada para peserta.

Kabid KSPHP Dr. Joko Pitono menyampaikan tentang fungsi utama dan fungsi penunjang dari Kebun Percobaan. Fungsi utama KP antara lain : (1) pelaksanaan kegiatan lapang, (2) konservasi ex-situ koleksi SDG, (3) produksi benih sumber, dan (4) show-indow inovasi teknologi. Sedangkan fungsi penunjang KP antara lain : (1) kebun produksi dan model agrinisnis, (2) pendukung diversifikasi dan ketahanan pangan, (3) bimbingan teknis, dan (4) lokasi agrowidyawisata, lanjut Pak Joko.

Kabag Tata Usaha Ir. Anik Sri Suryani, MP., menyampaikan tentang banyaknya aset/barang inventaris di KP lingkup Puslitbang Perkebunan yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi, terutama, gudang, alat pertanian.

Kabid Program dan Evaluasi (PE) Dr. Moch. Yusron memaparkan tentang

Penyusunan master plan yang terdiri dari output dan input. Output yaitu fungsi KP yang akan diperkuat, tetapkan output penting yang akan dicapai, dan tetapkan implikasi bagi perbaikan KP bila output tersebut terealisasi. Untuk input yaitu tetapkan kegiatan investasi, tetapkan kebutuhan (dana, SDM, sarana) dan strategi untuk memenuhinya (mitra, APBN), dan tetapkan batas penyelesaian dan hasil kegiatan bisa diperoleh, lanjut Pak Yusron.

Workshop yang dilakukan selama 2 (dua) hari ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang berbagai permasalahan dan pemecahannya di kebun percobaan lingkup Puslitbang Perkebunan, diharapkan dapat dihasilkan produk master plan kebun percobaan oleh para kepala kebun, yaitu perencanaan kebun ke depan. Sehingga tergambar dengan baik, potensi, fungsi, dll.

Pada hari kedua, peserta melakukan studi banding untuk melihat kebun yang sudah berhasil dalam pengelolaannya di Mekarsari. (/Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *