Workshop Evaluasi Dan Pelaporan Program BEKERJA di Kabupaten Garut, Ajak Para Pendamping Berikan Laporan Secara Maksimal

Aktifitas Puslitbangbun Highlight Upsus

Aktivitas Perkebunan – WORKSHOP EVALUASI DAN PELAPORAN Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) berbasis pertanian telah dilaksanakan di Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut pada 19-20 Oktober 2018.

Workshop yang diprakarsai oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat diikuti Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Perwakilan UK/UPT lingkub Badan Litbang (Puslitbangtan, Balitnak, Balittro, Balittri, Balitsa, BPTP Jawa Barat), TKSK Kecamatan Pakenjeng, Sekretaris Camat Kecamatan Pakenjeng, Kepala Desa se Kecamatan Pakenjeng, 80 orang Pendamping RTM, Pendamping Kecamatan, dan tim kesehatan hewan Kabupaten Garut, serta Puslitbang Perkebunan selaku Penanggung Jawab Program BEKERJA di Kabupaten Garut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Program Bekerja yang telah berjalan di Kecamatan Pakenjeng dan juga Sosialisasi mekanisme bentuk dan alur pelaporannya.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut yang diwakilkan oleh Plt Kepala Dinas, Ibu Tati Karyati. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Kecamatan Pakenjeng merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Garut yang memperoleh program Bekerja dengan jumlah RTM terbesar yaitu 4.010 RTM. Dalam rangka pendampingan RTM tersebut melibatkan 13 Kepala Desa di Kecamatan Pakenjeng, 80 orang pendamping RTM, serta seluruh staf UPT di Kecamatan Pakenjeng baik dari Dinas Pertanian muaupun Dinas Peternakan dan KESEHATAN Hewan. Besarnya jumlah yang terlibat menyebabkan perluanya komunikasi, koordinasi dan evaluasi yang dilakukan terus menerus guna mengawal kegiatan di lapangan agar berjalan dengan baik dan tertib administrasi.

Selanjutnya Kepala BPTP Jabar, Dr. Liferdi, SP, MSi selaku koordinator pelaksana program BEKERJA juga memaparkan bahwa Program Bekerja yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian ini diharapkan mampu membantu pengentasan kemiskinan di wilayah Pakenjeng. Tahun ini terdapat 200.500 ekor DOC ayam KUB yang disebar di Kecamatan Pakenjeng untuk 4.010 RTM. Besarnya DOC ayam yang dibagikan mengharuskan semua tim Bekerja terus mengawal pelaksanaannya. Tidak hanya itu, harus dipersiapkan dan diciptakan para usahawan-usahawan berbasis ternak ayam ini yang dapat mengelola asset tersebut. Mulai saat ini harus dipikirkan bagaimana membentuk pengelolaan bisnis ayam baik itu di level Kecamatan Pakenjeng hingga ke level Desa. Dari sisi pelaksanaan Program, pelaporan yang tertib administrasi dan tertib pelaksanaan menjadi bagian dari kesuksesan Program ini

Setelah sambutan, kemudian dilakukan pemaparan perkembangan pelaksanaan Program BEKERJA di Kecamatan Pakenjeng yang disampaikan oleh Tim BPTP Jawa Barat dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Dari presentasi dan diskusi dihasilkan beberapa poin penting antara lain, alur pelaporan dilakukan secara bertahap. Para Pendamping RTM mendata informasi secara langsung dari para RTM penerima bantuan. Informasi tersebut berupa jumlah ayam yang sakit, mati dan yang masih hidup. Selain itu informasi mengenai pemberian vaksin juga harus rutin dilaporkan oleh para pendamping RTM. Selanjutnya Pendamping RTM memberikan laporan tersebut kepada Pendamping Desa untuk dilakukan rekapitulasi. Laporan Rekapitulasi dari Pendamping Desa di rekap kembali di tingkat Kecamatan, kemudian tim Kecamatan melaporkan kepada tim BPTP Jawa Barat dan Kabupaten.

Pelaporan di tingkat Pendamping RTM dilakukan setiap hari Senin untuk periode pelaporan Senin – Minggu (7 hari) sebelumnya. Tim UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian berperan dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaporan di wilayah masing-masing yang telah ditentukan berdasarkan arahan Kepala Puslitbang Perkebunan. Setelah dilaksanakan workshop evaluasi dan pelaporan pelaksana Program BEKERJA ini, diharapkan seluruh pihak yang berperan dapat berkomitmen untuk melaksanakan pengawalan kegiatan dengan sebaik-baiknya, khususnya para pendamping yang memberikan laporan dengan maksimal setiap minggunya, guna mensukseskan kegiatan BEKERJA khususnya di Kab. Garut Jawa Barat


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *