Wilayah Bintuni Terdapat Banyak Pala Papua

Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Wilayah Bintuni terdapat banyak pala Papua dengan hamparan yang luas, mempunyai kharakteristik batang ada yang kasar dan ada yang setengah kasar. Hasil identifikasi petugas dan masyarakat setempat terdapat lima jenis bentuk buah/biji diantaranya bulat, dan agak lonjong. Bentuk buah/biji bulat besar dan produksi tinggi mempunyai peluang sebagai varietas unggul lokal yang baru. Perlu dilakukan re-identifikasi untuk memetakan dan memilih blok observasi sebagai data dukung di dalam pelepasan varietas. Blok observasi terpilih adalah hamparan tanaman produktif yang mempunyai karakter morfologi tanaman, bentuk buah dan biji hampir sama, selanjutnya diseleksi pohon induk terpilih (PIT) yang mempunyai produksi dan mutu tinggi.

Informasi tersebut merupakan hasil pertemuan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan Dinas Pertanian Bintuni Papua Barat pada saat kunjungannya ke Balittro di Bogor (18/12/2017). Rombongan dari Dinas Pertanian Bintuni tersebut diterima langsung oleh Kepala Seksi Jasa Penelitian Balittro, Dra. Nur Maslahah M.Si. Rombongan sejumlah 14 orang diantaranya adalah Ferdinand Manibuy, S.Pi, MM, Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian teluk Bintuni, Samuel S. Ch Apalem Kasie Kelembagaan Metode dan Informasi, Kasie Keterniagaan, PPL, PPS, pelaksana bidang penyuluhan serta petani yang ikut dalam rombongan tersebut. Pertemuan membahas mengenai komoditi tanaman rempah Lada dan Pala.

Pala Fakfak (Myristica argantea Warb) dikenal juga dengan nama pala negeri atau pala papua. Penyebaran tanaman banyak di wilayah Bintuni, Fakfak, Kaimana dan Seram. Pertanaman sebagai hutan pala ataupun dibudidayakan di kebun petani. Perbedaan pala Banda dan pala Papua adalah dalam hal morfologi tanaman, seperti bentuk batang, bentuk buah, aroma dan kandungan kimia biji/fuli. Akan tetapi pasar tetap menerima pala Papua sebagai salah satu komoditas ekspor rempah Indonesia sejak dulu.

Ir. Sri Wahyuni sebagai pemulia dan genetika tanaman menambahkan, hasil observasi pertanaman pala Papua di wilayah Kabupaten Fakfak telah diperoleh varietas unggul pala berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 95/Kpts/KB.010/2/2017 dengan nama varietas Fakfak. Observasi dilakukan terhadap sifat morfologi tanaman, produksi serta mutu produk (biji, fuli, minyak atsiri), serta OPT yang ada di lapangan.

Dari hasil diskusi rombongan berkesempatan untuk melihat langsung mengenai lada dan pala di UPBS Balittro. Rombongan bisa bertanya langsung mengenai teknis serta teknologi yang bisa dibawa dan diterapkan untuk masyarakat di Papua khususnya.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *