Wamen ESDM Kunjungi BALITTRI

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral, Ir. Susilo Siswoutomo, pada hari Sabtu tanggal 28 September 2013 berkenan mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) di Pakuwon Sukabumi. Rombongan wamen disambut oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Dr. Muhammad Syakir), yang didampingi oleh Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (Ir. Rudy Tjahyohutomo, MT), Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (Dr. Astu Unadi, MEng), Kepala Balittri (Dr. Rubiyo), dan para pejabat lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen dan rombongan meninjau dan berdiskusi seputar bahan bakar nabati (BBN), khususnya biodiesel dari tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma). Kunjungan Wamen merupakan tindak lanjut kepedulian beliau terhadap upaya-upaya alternatif pengembangan bahan bakar baru dan terbarukan.  Sebelumnya, dalam Workshop Pengembangan Bioenergi Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 18 September 2013 di Hotel Borobudur, Jakarta, beliau mengutarakan rencananya  mengunjungi Balittri untuk melihat langsung dan mendapatkan informasi seputar penelitian dan pengembangan BBN, serta hal-hal yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Cadangan minyak bumi yang kian menipis dan makin tingginya kebutuhan pemenuhan bahan bakar minyak dalam negeri, menimbulkan beban anggaran berat bagi negara, karena biaya subsidi harus terus diberikan untuk mempertahankan harga jual yang terjangkau oleh konsumen. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk menghasilkan energi baru dan terbarukan, mempunyai nilai ekonomis sehingga layak diproduksi, dan mempunyai peran dalam pengembangan lingkungan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, perlu didukung dan direalisasikan.

Kondisi ini menjadi perhatian Wamen ESDM dan beliau memberikan aspirasi terhadap upaya penelitian dan pengembangan tanaman BBN oleh Badan Litbang Pertanian. Beliau berharap bahwa  pengembangan tanaman penghasil BBN khususnya tanaman kemiri dapat ditanam di daerah-daerah, tidak hanya pada lahan-lahan optimal tetapi juga pada kawasan yang  mengalami kerusakan lingkungan seperti bekas lahan tambang timah di Bangka Belitung.  Di samping sebagai sumber bahan baku BBN, penanaman pada lahan-lahan kritis juga berfungsi sebagai tanaman konservasi.

Kepala Puslitbang Perkebunan dalam kesempatan itu juga menjelaskan bahwa tanaman kemiri sunan telah dikembangkan dan sudah ditanam di beberapa daerah. Populasi tanaman kemiri sunan dalam 1 ha dapat mencapai 150 pohon,  mulai berbuah pada umur 3-4 tahun dan produksi tinggi dicapai mulai umur 8 tahun. Tanaman kemiri sunan dapat hidup selama puluhan bahkan ratusan tahun. Produksi biji kering dapat mencapai 15 ton/ha atau kurang lebih 8 ton minyak/ha/tahun. Badan Litbang Pertanian melalui Puslitbang Perkebunan mampu menyediakan benih kemiri sunan untuk pengembangan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Wamen ESDM tertarik terhadap berbagai alat dan mesin pengolahan BBN yang diperagakan, seperti reaktor untuk menghasilkan biodiesel dari biji kemiri sunan kapasitas 400 liter. Biodiesel yang dihasilkan langsung dapat digunakan pada kendaraan. Wamen berharap bahwa alat reaktor seperti tersebut (harga sekitar 225 juta rupiah) dapat dikembangkan dan digunakan oleh kelompok-kelompok tani dengan total luasan tertentu. Dalam kesempatan tersebut, Wamen juga didaulat untuk memasukkan biodiesel kemiri sunan ke dalam kendaraan dan menyaksikan demo mesin pompa air dan alat memasak yang menggunakan bahan bakar asal kemiri sunan.

Wamen ESDM memberikan informasi bahwa beberapa perusahaan seperti MEDCO tertarik untuk membeli BBN, sehingga hal tersebut menjadi salah satu peluang pasar yang baik dan merangsang pengembangan lebih lanjut. Diakhir kunjungan, Wamen ESDM juga memberikan pernyataan penting tentang perlunya segera dilakukan kerjasama antara Kementerian ESDM, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, dan Industri.

Kepala Puslitbang Perkebunan (Dr. Muhammad Syakir)  menyambut kedatangan Wamen ESDM

Wamen ESDM didampingi Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi berdiskusi di ruang kerja Kepala Balittri dengan Kepala Puslitbangbun yang didampingi oleh Kepala BB Mektan, Kepala BB Pasca Panen, dan Kepala Balittro

Wamen ESDM berharap dilakukan penyebaran benih kemiri sunan (foto latar belakang) ke daerah-daerah di Indonesia

Reaktor biodiesel kemiri sunan                                               Biodiesel kemiri sunan

Wamen menyaksikan pompa air yang menggunakan            Pemanfaatan minyak kemiri sunan sebagai bahan bakar

bahan bakar dari biodiesel kemiri sunan

Wamen ESDM menuangkan biodiesel dari kemiri sunan ke kendaraan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *