Paiton, Rendah Nikotin – Varietas Unggul Tembakau Probolinggo

Varietas Varietas Tembakau

VARIETAS UNGGUL PERKEBUNAN – Konsumsi rokok di Indonesia setiap tahun meningkat 1 – 1,5%. Kebutuhan tembakau setiap tahun juga meningkat, tetapi belum dapat terpenuhi seluruhnya dari dalam negeri. Untuk mencukupi volume dan mutu tertentu, tahun 2008, 2009 dan 2010 Indonesia mengimpor tembakau masing-masing 18.768,4 ton 19.257,0 ton dan 15.768,1 ton (http://www.bps.go.id/ exim-frame.php).

Tembakau paiton yang berkembang di wilayah Kabupaten Probolinggo Jawa Timur merupakan bahan baku rokok kretek yang dibutuhkan dalam jumlah cukup banyak karena berperan sebagai tembakau semi aromatis atau nasi. Seiring dengan pergeseran selera perokok kearah rokok ringan/ mild/rendah nikotin, tembakau paiton semakin diminati konsumen karena kadar nikotinnya rendah.

Dalam budidaya tembakau di Kabupaten Probolinggo, petani banyak yang membeli bibit dari pengusaha bibit. Hal tersebut menyebabkan tanaman tidak murni. Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan pengusaha bibit yang mudah menerima benih tembakau dari berbagai sumber.

Varietas unggul merupakan komponen budidaya yang mudah, murah, aman dan efektif dalam meningkatkan hasil serta kompatibel bila dipadukan dengan teknologi lainnya. Mudah, karena mudah diadopsi dan petani tinggal menanam.

Murah, karena harga benih/bibit tembakau varietas unggul tidak jauh berbeda dengan harga benih/bibit tembakau varietas lain dan kalau misalnya varietas unggul tahan hama/penyakit, tidak memerlukan pestisida yang banyak dibanding varietas yang rentan. Aman, karena tidak menimbulkan polusi/kerusakan lingkungan.

Varietas lokal tembakau Paiton yang ditanam petani cukup banyak, antara lain Mersi, Moris, DB 101, Super/ Ergida, Serumpung, Serongsong dan Jimahmud. Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Malang, telah melakukan pengujian terhadap varietas-varietas lokal tersebut mulai tahun 2008 – 2011.

Dari hasil pengujian tersebut telah diperoleh dua varietas unggul, yaitu varietas Paiton 1 (Gambar 1) yang telah dilepas tahun 2012 dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 586/Kpts/SR.120/2/2012 dan varietas Paiton 2 (Gambar 2) dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 587/Kpts/SR.120/2/2012. Dosis pemu-pukan varietas tersebut adalah 500 kg ZA + 150 kg SP-36 dan 100 kg ZK per hektar atau 300 kg NPK (15, 15, 15) dan 300 kg ZA/Hektar dengan jarak tanam 50 x 100 cm. Deskripsi kedua varietas tersebut adalah:

Paiton 1

 

Paiton 2

 

Paiton 1                                                           Paiton 2

 

(Fatkhur Rochman/Peneliti Balittas)

Dari hasil pengujian tersebut telah diperoleh dua varietas unggul, yaitu varietas p style=”text-align: justify;”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *