Varietas Unggul Kelapa

Varietas Varietas Kelapa

VARIETAS UNGGUL PERKEBUNAN – Varietas unggul Kelapa yang sudah dihasilkan dan sudah dilepas sebagai varietas unggul nasional yaitu: Kelapa Genjah Kuning Bali, Kelapa Genjah Kuning Nias, Kelapa Genjah Salak, Kelapa Dalam Takome, Kelapa Dalam Sawarna, Kelapa Dalam Palu, Kelapa Dalam Tenga, Kelapa Dalam Bali), Kelapa Dalam Mapanget, Kelapa Dalam Kima Atas, Kelapa Dalam Rennel, Kelapa Dalam Lubuk Pakam, Kelapa Dalam Banyuwangi.

Kelapa Genjah Kuning Bali (GKB)

VARIETAS UNGGUL PERKEBUNAN – Varietas Kelapa Genjah Kuning Bali sesuai ditanam di dataran rendah sampai ketinggian < 500 meter dpl, dengan curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun. Varietas Kelapa GKB dilepas sebagai kelapa unggul Nasional tahun 2006.

Kelapa GKB mulai berbuah pada umur 40 bulan. Bentuk buah bulat, bentuk buah tanpa sabut bulat, ukuran buah kecil, warna kulit buah kuning. Produksi tandan rata-rata 12-14 buah per pohon, jumlah buah 9-12 butir per tandan atau sebanyak + 60-110 butir/pohon/tahun. Kadar minyak 61,80%, agak peka terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN)

Varietas kelapa Genjah Kuning Nias sesuai ditanam di dataran rendah sampai ketinggian < 500 meter dpl, dengan curah hujan 1500 – 2500 mm/ tahun. Varietas kelapa Genjah Kuning Nias (GKN) dilepas sebagai kelapa unggul Nasional tahun 2006.

Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN) mulai berbuah pada umur 40 bulan. Bentuk buah bulat, bentuk buah tanpa sabut bulat, ukuran buah kecil, warna kulit buah kuning. Produksi tandan rata-rata 12-14 buah per pohon, jumlah buah 8-10 butir per tandan atau sebanyak + 60-120 butir/pohon/tahun. Produksi kopra optimal 3.0 ton/ha/tahun. Kadar minyak 62,76%, peka terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Genjah Salak (GSK)

Varietas Kelapa Genjah Salak sesuai ditanam di dataran rendah sampai ketinggian < 500 meter dpl, dengan curah hujan 1500 – 2500 mm/tahun. Varietas Kelapa Genjah Salak (GSK) dilepas sebagai kelapa unggul Nasional tahun 2006.

Kelapa GSK mulai berbuah pada umur 24 bulan. Bentuk buah bulat, bentuk buah tanpa sabut bulat telur, ukuran buah kecil, warna kulit buah hijau. Produksi tandan rata-rata 11-14 buah per pohon, jumlah buah 20-23 butir per tandan atau sebanyak + 80-120 butir/pohon/tahun. Kadar minyak 64,84%, tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Dalam Takome (DTE)

Daerah pengembangan kelapa Dalam Takome pada lahan kering iklim basah dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan 1500-3000 mm/ tahun. Kelapa DTE toleran terhadap kemarau panjang sampai dengan 6 bulan. Varietas ini dilepas tahun 2006 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa DTE mulai berbuah umur 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun. Ukuran buah kecil, bentuk buah bulat dan bentuk buah tanpa sabut bulat dengan warna kulit buah hijau, kuning kehijauan, dan coklat. Jumlah buah/tandan 15-20 butir dengan 12-15 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 90-150 butir. Produksi kopra 2,63 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 61,95%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Dalam Sawarna (DSA)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <1500 mm/tahun, agak toleran terhadap kemarau panjang. Varietas ini dilepas tahun 2004 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa Dalam Sawarna mulai berbuah umur 4 tahun dan mulai panen umur 5 tahun. Ukuran buah besar, bentuk buah bulat elips dan bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata dengan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 75 butir. Produksi kopra 2,8 ton/ ha/tahun dengan kadar minyak 69,28%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Dalam Palu (DPU)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <1500 mm/tahun, agak toleran terhadap kemarau panjang. Varietas ini dilepas tahun 2004 sebagai varietas unggul nasional. Kelapa Dalam Palu mulai berbuah umur 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun.

Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur, bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/ pohon/tahun 75 butir. Produksi kopra 2,8 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 69,28%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa Dalam Tenga (DTA)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <2500 mm/tahun, dan tahan terhadap kekeringan sampai 3 bulan. Varietas ini dilepas sebagai kelapa unggul nasional tahun 2004. Kelapa Dalam Tenga mulai berbuah pada umur 5 tahun dan mulai panen pada umur 6 tahun.

Ukuran buah sedang, bentuk buah bulat, bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan jumlah tandan buah 12-13 per tahun sehingga rata-rata jumlah buah/pohon/tahun mencapai 75 butir. Produksi kopra dapat mencapai 3 ton/ha dengan kadar minyak 69,31%, dan tahan terhadap penyakit Phytophthora palmivora.

Kelapa Dalam Bali (DBI)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah dengan curah hujan <1500 mm/tahun, agak toleran terhadap kemarau panjang. Varietas ini dilepas tahun 2004 sebagai varietas unggul nasional. Kelapa Dalam Bali (Gambar 5) mulai berbuah umur 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun.

Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur,  bentuk buah tanpa sabut bulat dasar rata, dan warna kulit buah dominan hijau. Jumlah buah/tandan 6 butir dengan 12-13 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 75 butir. Produksi kopra 2,8 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 69,28, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora palmivora.

Kelapa Dalam Mapanget (DMT)

Daerah pengembangan pada lahan kering iklim basah, dengan curah hujan > 2500 – 3500 mm/tahun. Kelapa Dalam Mapanget (Gambar 2) dilepas sebagai kelapa unggul Nasional tahun 2005. Kelapa Dalam Mapanget mulai berbuah pada umur 5 tahun. Bentuk buah bulat, ukuran buah sedang, warna kulit buah umumnya merah kecoklatan.

Produksi tandan rata-rata 13 buah per pohon, jumlah buah 7 butir per tandan atau rata-rata sebanyak 90 butir/pohon/tahun. Produksi kopra optimal 3.3 ton/ ha/tahun, kadar minyak 62.95%, agak toleran terhadap kemarau panjang, dan tahan terhadap serangan penyakit Busuk Pucuk yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora.

Kelapa Dalam Kima Atas (DKA)

Daerah pengembangan kelapa Dalam Kima Atas pada lahan kering iklim basah dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan 1000-2500 mm/tahun. Kelapa DKA toleran terhadap kemarau panjang sampai dengan 4 bulan. Varietas ini dilepas tahun 2008 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa DKA mulai berbuah umur 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun. Ukuran buah besar, bentuk buah bulat dan bentuk buah tanpa sabut hampir bulat dengan warna kulit buah hijau, dan hijau kekuningan. Jumlah buah/tandan 8-12 butir dengan 14-17 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 80-100 butir. Produksi kopra 3,17 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 61,82%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp. Kelapa ini telah dilepas sebagai varietas unggul melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 1376/Kpts/SR.120/10/2008. (Tim Peneliti Pelepas Varietas : Elsje T Tenda, Jeanette Kumaunang dan Heldering Tampake).

Kelapa Dalam Rennel (DRL)

Daerah pengembangan kelapa Dalam Rennel pada lahan kering iklim basah dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan 1000-2500 mm/tahun. Kelapa DRL toleran terhadap kemarau panjang sampai dengan 4 bulan. Varietas ini dilepas tahun 2008 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa DRL mulai berbuah umur 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun. Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur dan bentuk buah tanpa sabut bulat dengan warna kulit buah hijau, hijau kekuningan, dan coklat. Jumlah buah/tandan 8-12 butir dengan 14-16 tandan buah/ tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 100-110 butir. Produksi kopra 3,40 ton/ ha/tahun dengan kadar minyak 67,60%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa ini telah dilepas sebagai varietas unggul melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 1377/Kpts/SR.120/10/2008. (Tim Peneliti Pelepas Varietas : Meity Tulalo, Elsje Tenda, Jeanette Kumaunang dan Miftahorrachman)

Kelapa Dalam Lubuk Pakam (DLP)

Daerah pengembangan kelapa Dalam Lubuk Pakam pada lahan kering iklim basah dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan 1500-3000 mm/ tahun. Kelapa DLP toleran terhadap kemarau panjang sampai dengan 6 bulan. Varietas ini dilepas tahun 2008 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa DLP mulai berbuah umur 5 tahun dan mulai panen umur 6 tahun. Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur dan bentuk buah tanpa sabut bulat dengan warna kulit buah hijau, hijau kekuningan, dan coklat. Jumlah buah/tandan 7-10 butir dengan 13-16 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 60-90 butir. Produksi kopra 2,67 ton/ ha/tahun dengan kadar minyak 59,96%, dan agak tahan terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa ini telah dilepas sebagai varietas unggul melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 1375/Kpts/SR.120/10/2008. (Tim Peneliti Pelepas Varietas : Jeanette Kumaunang, Elsje Tenda, dan Ismail Maskromo)

Kelapa Dalam Banyuwangi (DBG)

Daerah pengembangan kelapa Dalam Banyuwangi pada lahan kering iklim basah dengan tinggi tempat < 500 m dpl, curah hujan 1000-2500 mm/tahun. Kelapa DBG toleran terhadap kemarau panjang sampai dengan 4 bulan.  Varietas ini dilepas tahun 2008 sebagai varietas unggul nasional.

Kelapa DBG mulai berbuah umur 4-5 tahun dan mulai panen umur 5-6 tahun.Ukuran buah besar, bentuk buah bulat telur dan bentuk buah tanpa sabut hampir bulat dengan warna kulit buah hijau, kuning kehijauan, dan coklat. Jumlah buah/tandan 7-8 butir dengan 12-15 tandan buah/tahun sehingga jumlah buah/pohon/tahun 70-90 butir. Produksi kopra 2,62 ton/ha/tahun dengan kadar minyak 62,95%, dan toleran terhadap penyakit Phytopthora sp.

Kelapa ini telah dilepas sebagai varietas unggul melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 1373/Kpts/SR.120/10/2008. (Tim Peneliti Pelepas Varietas : Miftahorrachman, Jeanette Kumaunang, dan Hengky Novarianto)

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *