Usahatani Kopi Terpadu Model Balittri

Artikel Kopi Berita Perkebunan Inovasi Kopi Inovasi Teknologi

INOVASI TEKNOLOGI PERKEBUNAN – Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) telah membangun model usahatani kopi secara terpadu dengan mengintegrasikan antara berbagai model polatanam kopi dengan ternak domba, produksi minyak atsiri, bahan bakar nabati dan produksi pupuk organik. Model usahatani kopi yang dikembangkan antara lain :  (1) Kopi + serai wangi + lamtoro + gamal. Serai wangi ditanam diantara dua barisan tanaman kopi sekaligus berfungsi sebagai penahan erosi.

Hasil hijauan dari serai wangi disuling untuk diambil minyak atsirinya, sedang limbah penyulingan difermentasi untuk tambahan pakan ternak. Tanaman lamtoro dan gamal digunakan sebagai penaung tanaman kopi, sedangkan hasil pangkasannya digunakan sebagai hijauan pakan ternak. (2) Kopi + serai wangi + kemiri sunan + gamal. Tanaman kemiri sunan ditanam dengan jarak tanam (9,0 x 9,0)m sebagai tanaman penaung kopi, sedang tanaman gamal ditanam diantara tanaman kemiri sunan untuk menambah naungan tanaman kopi. Hasil biji dari tanaman kemiri sunan akan digunakan sebagai bahan bakar nabati baik berupa minyak kasar, biodisel, briket maupun sebagai bahan pupuk organik.

Minyak serai wangi juga dapat digunakan sebagai bahan bio-aditif untuk meningkatkan oktan number pada premium maupun menaikkan cetana number pada minyak diesel, sehingga kegiatan ini juga berperan serta sebagai sarana deseminasi dalam penyediaan bahan baku untuk bahan bakar nabati.

Informasi lebih lanjut kunjungi Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *