Upaya Mengembalikan Kejayaan Kakao Papua Barat

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Tindak lanjut dari hasil pertemuan antara Gubernur Papua Barat dengan Menteri Pertanian, Tim Kementerian Pertanian melakukan kunjungan lapang ke Kabupaten Manokwari (tanggal 4–6 Juli 2017). Kunjungan ini dalam rangka memenuhi harapan Gubernur Papua Barat untuk mengembalikan kejayaan kakao di Papua Barat.Tim Kementerian Pertanian terdiri dari Sekretaris Ditjenbun, Direktur Perlindungan Perkebunan, Kabag Keuangan Ditjenbun dan staf perencanaan Ditjenbun serta peneliti proteksi tanaman Balittri (Balitbangtan).

Masalah utama yang dihadapi petani kakao di Manokwari menurut Mantan Kepala Dinas Perkebunan Papua Barat adalah serangan hama penggerek buah kakao (PBK) sejak tahun 2003. Upaya pengendalian PBK yang telah dilaksanakan tidak membuahkan hasil, sehingga para petani membiarkan tanaman mereka tanpa melakukan tindakan pengelolaan sebagaimana mestinya.

Berdasarkan hasil peninjauan dari Tim Kementerian Pertanian menunjukkan kondisi pertanaman kakao rakyat di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Manokwari pada umumnya sudah tidak produktif dan telah berubah menjadi hutan kakao. Usia tanaman kakao di lokasi survei rata-rata sudah lebih dari 15 tahun, bahkan sebagian sudah mencapai 30 tahunan.

Menurut petani setempat, kejadian serangan hama PBK pada tahun 2003 yang telah menyebabkan penurunan hasil yang signifikan. Berbagai upaya pengendalian yang mereka lakukan tidak berhasil mengendalikan hama tersebut sehingga akhirnya tanaman kakao dibiarkan tidak terpelihara. Akibatnya kemudian muncul serangan penyakit busuk buah Phytophthora palmivora (BBK) yang menyebar sangat cepat sehingga menyebabkan hampir seluruh buah kakao menghitam dan kering.

Masyarakat setempat menyebut serangan penyakit ini dengan Penyakit Busuk Kering (PBK) yang sering tertukar dengan nama hama penggerek buah kakao yang juga disingkat dengan PBK. Program yang direkomendasikan adalah Pembangunan Kebun Kakao Rakyat (PK2R). Program pembangunan kebun kakao rakyat ini harus dilakukan berdasarkan kawasan dengan luas areal kebun minimal 100 hektar.

Untuk perkebunan kakao di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan yang kondisinya masih dapat diperbaiki, maka program yang direkomendasikan oleh tim adalah Intensifikasi dan Rehabilitasi Kebun Kakao Rakyat. Program intensifikasi dilakukan pada kebun-kebun yang secara intensif dikelola oleh petani dan memungkinkan untuk ditingkatkan produktifitasnya tanpa harus mengganti atau menambah populasi tanaman.

Sementara itu, program rehabilitasi dilakukan pada perkebunan kakao yang sudahtua/rusak tetapi masih dapat diperbaiki dan ditingkatkan produktifitasnya.Teknologi rehabilitasi kebun kakao rakyat yang sudah dirasakan keberhasilannyaadalah melalui program sambung samping menggunakan entres klon unggul.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *