Upaya Membangkitkan dan Pengembangan Kopi Sumatera Selatan

Berita Perkebunan Highlight Uncategorized

BERITA PERKEBUNAN – Upaya mengembalikan kejayaan rempah Indonesia perlu mendapatkan langkah serius pemerintah pusat dan daerah. Langkah penting dalam menindaklanjuti hal tersebut diperlukan sinergisitas terutama dalam pengembangan komoditas agar capaian yang di targetkan tercapai. Tidak hanya memberikan peningkatan pendapatan petani namun permintaan dunia yang semakin tinggi terhadap rempah-rempah nasional akan memacu pengembangan teknologi baik di sektor hulu dan hilir. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) memiliki tanggungjawab besar terhadap eksistensi kemajuan komoditas perkebunan di saat ini dan di masa mendatang.

Untuk merealisasikan pengembangan komoditas perkebunan, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perkebunan melalukan rintisan kerja sama dengan Puslitbangbun terutama dalam pengembangan komoditas kopi yang tersebar di 13 kabupaten dari 17 Kabupaten/Kota sentra penghasil utama yaitu Kab. Lahat, Empat Lawang, Oku Selatan, Muara Enim, Oku Timur, OKU dan Pagar Alam. Total luas kebun kopi provinsi Sumsel adalah 263.108 Hektar (data 2016) dimana sejumlah 20.703 hektar tanaman belum menghasilkan (TBM), 209,236 hektar tanaman mengasilkan (TM) dan sejumlah 33,169 hektar tanaman tua menghasilkan (TTM) dengan rata-rata produksi 0,91 ton per hektar.

Kopi merupakan komoditas unggulan kedua setelah karet dan sebagai sumber penghasilan utama masyarakat, namun belum mendapatkan penanganan dan perhatian serius dari pemerintah. Permasalahan di sektor hulu yaitu terkait ketersediaan benih/varietas unggul masih menjadi masalah besar hingga saat ini terutama belum eksisnya penangkar kopi dan belum adanya kebun induk. Demikian halnya dengan pada aspek hilir terutama terkait penanganan pasca panen dan akses terhadap pasar ekspor masih belum kuat, sehingga berpengaruh terhadap tingkat keuntungan masyarakat.

Pada rintisan kerja sama tersebut Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr. Saefudin menindaklanjuti hasil rintisan yang dilakukan oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Ir. Syafaruddin, PhD terkait pengembangan komoditas kopi terutama kopi robusta. Pada kesempatan diskusi yang dilakukan di kantor Dinas Perkebunan Sumsel bersama Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kasie dan Peneliti BPTP Sumsel. Arah dari kegiatan MoU adalah memacu ketersediaan benih unggul kopi, kegiatan riset terutama dalam memaksimalkan fungsi kebun kopi melalui integrasi teknak atau tanaman lain dan penguatan aspek kelembagaan petani serta meningkatkan pengelolaan pasca panen.

Penandatangan naskah MoU akan dijadwalkan pada tanggal 13 November 2018 di Palembang Sumatera Selatan bertepatan dengan kegiatan pertemuan sosialisasi pengenalan varietas unggul tanaman perkebunan tahun 2018 sekaligus mengundang Kepala Puslitbangbun Dr.Ir. Fadjry Djufry, M.Si., dan Kepala Balittri Ir. Syafaruddin, M.Sc., Ph.D. sebagai nara sumber dengan tema progres pengembangan varietas kopi di Provinsi Sumatera Selatan. (sae.22.10.2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *