Training Workshop on IPR for Agricultural Innovation and Technology Transfer

Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Pentingnya perlindungan terhadap varietas unggul, produk dan kekayaan alam yang kita miliki. Rambu-rambu keamanan bagi kepentingan Indonesia juga perlu diperhatikan pada saat melakukan transfer teknologi dengan pihak luar. Sharing benefit bagi penghasil varietas baru dan teknologi belum diatur oleh undang-undang di Indonesia. Jika hal ini diterapkan, maka diharapkan dapat membangkitkan semangat untuk menghasilan varietas/produk inovatif yang bermanfaat bagi petani.

Untuk mencapai harapan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerjasama dengan Swedish Patent Office telah menyelenggarakan Training Workshop on Intellectual Property Rights (IPR) for Agricultural Innovation and Technology Transfer di Grand Inna Kuta Bali (26–30/08/2017. Training workshop dibuka oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy, diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Balitbangtan (salah satunya Dr. Jelfina C. Alouw, dan Dr. Nuning Argo Subekti dari Puslitbang Perkebunan), Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Training workshop dilakukan dengan metode interaktif. Sejumlah materi telah disampaikan antara lain: The importance of an IPR strategy in Agricultural Research dan Agricultural Innovation in Indonesia: The Strategic Exploitation of Geographical Indications oleh Dr. G.E. Evans dari Centre for Commercial Law, Lincoln’s Inn Fields, Queen Mary, University of London. Biotechnology innovations, technology transfer of IPRs and Licencing oleh Prof. Dr. Claudia Seitz, M.A dari University of Basel, Faculty of Law, Switzerland.  Dr, Shakeel Thomas Bhatti, Counsellor, Traditional Knowledge Division, WIPO memaparkan  Case study of Patent: The Xa21 gene patent. Patrick Andersson, Senior Adviser International Affairs/ Patent Expert, Swedish Patent and registration office menyampaikan Patent law and practice in agricultural research and biotechnology.

Hal yang menarik adalah empat group peserta training workshop menyiapkan dan mempresentasikan project proposal follow-up needs dan capacity building sebagai tindak lanjut dari training ini.  Keempat proposal yang telah disiapkan peserta menyangkut 1) Plant variety protection, 2) Technology transfer & IPR management, 3) Access and benefit-sharing for genetic resources, dan 4) Distinctive signs and rural development. (/Bursa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *