Teknologi Peremajaan Karet Secara Bertahap

Artikel Karet Berita Perkebunan Highlight

INFOTEK PERKEBUNAN – Teknologi peremajaan tanaman karet rakyat secara bertahap merupakan cara peremajaan yang dilakukan setahap demi setahap sesuai dengan kemampuan petani, satu tahap dilakukan satu tahun (Gambar 1). Tahap peremajaan dilakukan maksimal 3 tahap atau paling lama 3 tahun. Tahapan adalah tingkat penebangan dan peremajaan yang dilakukan petani pada kebun karetnya. Tingkat penebangan dilakukan pada baris tanaman karet, sesuai dengan tingkat penebangan atau tahap peremajaan yang dipilih. Peremajaan 30-30-40%, artinya penebangan dilakukan pada baris sebanyak 30% dari jumlah baris tanaman karet tua yang ada yang dilakakukan pada tahun pertama, kemudian 30% pada tahun ke dua dan 40% pada tahun ke tiga, demikian selanjutnya untuk peremajaan 50-50%, dan 70-30%, namun cara peremajaan ini hanya sampai dua tahun. Peremajaan bertahap dengan tingkat penebangan 30-30-40% sesuai untuk petani dengan kemampuan yang paling lemah dibandingkan dengan tingkat penebangan dan peremajaan yang lebih tinggi, yang memerlukan modal yang lebih besar.

Baris tanaman merupakan jumlah tanaman yang dijadikan acuan pada cara peremajaan bertahap. Pada jarak tanaman 3 x 6 meter, 3 meter adalah jarak tanaman dalam barisan (satu baris), sedangkan 6 meter merupakan jarak antar baris. Peremajaan tanaman karet pada barisan tanaman memberikan ruang seluas jarak antar baris yang cukup lebar yang dapat ditanami dengan tanaman sela. Peremajaan bertahap menyisakan tanaman tua yang belum ditebang, sehingga menyebabkan terjadinya naungan terhadap tanaman karet muda dan tanaman sela yang ditanam diantara baris. Naungan ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman karet muda dan tanaman selanya.

Gambar 1. Teknologi peremajaan tanaman karet rakyat secara bertahap

Jenis tanaman sela yang dipilih adalah jenis tanaman sela semusim yang umurnya sekitar 4 bulan. Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman sela semusim yang habitusnya lebih tinggi dari tanaman karet muda. Sedangkan tanaman sela kacang tanah mempunyai habitus yang lebih rendah dan dapat memperkaya tanah dengan nitrogen dari hasil absorbsinya dari udara melalui rhizobium yang dimiliki pada bintil-bintil akarnya. Modal yang diperlukan untuk peremajaan bertahap termasuk biaya penanaman, pemeliharaan tanaman dan pasca panen tanaman sela yang dilakukan sebanyak dua kali tanam dalam setahun, yang disesuaikan dengan tersedianya air (hujan).

Penanaman tanaman karet yang diremajakan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur tanaman karet yang direkomendasi yaitu ukuran lubang tanam 60x60x40 cm, pembersihan bobokor, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit. Pemupukan dilakukan sekali 4 bulan yaitu pada bulan Maret, Agustus, dan November, pemupukan ditunda apabila tidak terdapat hari hujan atau tanah terlalu kering. Sedangkan pemupukan pada tanaman tua hanya dilakukan pada tahun pertama terhadap tanaman yang belum ditebang

Pendapatan petani selama peremajaan diperoleh dari; 1) hasil penjualan kayu karet yang ditebang, 2) hasil penyadapan karet tua, dan 3) hasil panen tanaman sela. Sedangkan keberlanjutan pendapatan dilihat dari pendapatan yang diperoleh selama 1 tahun, yang diperoleh dari pendapatan ketiga atau sebagian dari sumber pendapatan tersebut di atas. Pendapatan dianggap tidak berkelanjutan apabila tidak terdapat pendapatan sama sekali dari ke tiga sumber tersebut di atas.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *