Teknologi penyimpanan biji pala dengan berbagai kemasan dan suhu untuk reduksi aflatoksin

Artikel Rempah Berita Perkebunan

INOVASI TEKNOLOGI PERKEBUNAN – Biji pala yang disimpan dalam jangka waktu lama akan mengalami perubahan dan penurunan kualitas.  Dengan menggunakan kemasan yang baik dan disimpan pada suhu yang sesuai, kualitas biji pala dapat dipertahankan lebih lama.

Biji pala dapat disimpan dalam kemasan berupa polietilen, polipropilen atau aluminium foil, pada kisaran suhu ruang penyimpanan 20 0 C – 30 0 C. Sampai dengan 4 bulan, aflatoksin yang terdapat pada biji sebesar  < 9,94 µg/kg dengan rincian aflatoksin jenis B1 sebesar < 3,86 µg/kg, B2 <1,11 µg/kg, G1< 3,86 µg/kg, dan G2 < 1,11 µg/kg.

Masing-masing tipe kemasan memiliki kelebihan dan kekurangan.  Penggunaan kemasan aluminium foil dapat mengakibatkan penurunan kadar air paling tinggi.  Penggunaan kemasan polietilen dengan suhu ruang simpan 20 0C mengakibatkan kadar minyak atsiri meningkat, sedangkan kemasan aluminium foil dengan suhu ruang simpan 30 0C mengakibatkan kadar minyak atsiri menurun.  Penggunaan kemasan polypropylene pada suhu 20-30 0C mengakibatkan kadar oleoresin meningkat.

Lama penyimpanan mempengaruhi kadar oleoresin biji pala kupas. Semakin lama penyimpanan, kadar oleoresin semakin meningkat sampai penyimpanan tiga bulan. Kadar oleoresin biji pala pada periode penyimpanan 1 – 3 bulan berkisar antara 8,53%-18%, pada periode penyimpanan 4 bulan menurun menjadi 11,80%.

Gambar 1. Proses penanganan biji pala, penjemuran, dan pengemasan.

Info terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *