Teknologi Pengendalian Uret dan Penerapan Trash Management pada Tanaman Tebu

Artikel Tebu Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Uret merupakan salah satu hama penting pada tanaman tebu, terutama pada lahan kering dengan tipe tanah ringan berpasir. Serangan uret dapat mencapai 70% bahkan 100%, hal ini bisa menyebabkan penurunan hasil produksi tebu, bahkan gagal panen. Tanaman tebu yang terkena serangan uret menunjukkan gejala tanaman layu, daun menguning kemudian kering. Pada serangan yang berat tanaman mudah roboh dan mudah dicabut karena akar-akarnya dimakan uret.

Prof. Subiyakto dan tim peneliti dari Balitbangtan melaksanakan penelitian untuk mengendalikan serangan uret dengan menggunakan mulsa plastik. Mulsa plastik digunakan untuk menutup guludan tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan uret dapat ditekan dan dikendalikan, sehingga produktivitas tebu meningkatkan.

Di sisi lain, upaya peningkatan produktivitas tebu dilakukan dengan peningkatan unsur hara tanah dengan memanfaatkan ‘sampah’ yang berupa serasah daun tebu kering yang disebut Trash Management. Puslit Gula Jengkol PTPN X telah melaksanakan penerapan Trash Management pada tanaman tebu ratoon untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tebu. Hal tersebut disampaikan oleh Sandi Gunawan, SSi., dari Puslit Gula Jengkol. Lebih lanjut dikatakan, sisa tanaman tebu dicacah dengan menggunakan mesin pencacah khusus (trash shredder) yang ditarik dengan traktor besar, kemudian ditata dengan aturan pola 2-1-2. Peningkatan kesuburan tanah akan meningkatkan produktivitas tebu. Diharapkan dalam jangka Trash Management ini dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik, ujarnya.

Kedua teknologi tersebut di atas, disampaikan pada acara Seminar Balai Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang (21/03/16). Seminar dibuka oleh Kepala Balittas, Ir. Emy Sulistyowati, MAgr., PhD., yang dihadiri oleh para peneliti dan teknisi Balittas, serta tamu undangan dari perwakilan UPT Kementan di Malang, perwakilan dari Dinas terkait, PTPN X, dan PT. Madubaru.

Sumber: Balai Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Berita terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *