Teknologi Kultur Embrio untuk Pengembangan Kelapa Kopyor

Artikel Kelapa Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Kelapa kopyor merupakan komoditas andalan yang bernilai ekonomi tinggi dan dicirikan oleh daging buah yang bertekstur gembur serta rasa gurih pada buah yang muda. Kelapa kopyor tidak dapat diperbanyak secara konvensional melalui biji, hal ini disebabkan daging buahnya yang hancur dan sering dijumpai embrionya tidak melekat lagi pada tempatnya (germpore), tetapi telah bercampur dengan daging buah yang hancur tersebut.

Buah kelapa kopyor diduga berasal dari tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alamiah. Kelapa berbuah kopyor adalah mutan kelapa yang ditemukan di antara populasi kelapa normal.

Dari hasil penelitian biokimia, dilaporkan terjadi defisiensi enzim ά-D galaktosidase pada endosperm buah kopyor sehingga pembentukan endosperm (daging buah) tidak normal dan tidak mampu mendukung perkecambahan embrio. Cara yang dapat digunakan untuk perbanyakan kelapa kopyor adalah menggunakan teknik kultur jaringan.

Salah satu teknik kultur jaringan yang telah berhasil digunakan untuk perbanyakan kelapa kopyor adalah teknik kultur embrio. Dengan teknik ini, embrio normal dari buah kopyor ditumbuhkan secara in vitro pada media nutrisi buatan yang menggantikan fungsi daging buah kelapa, yaitu sebagai sumber unsur hara untuk pertumbuhannya.

Selengkapnya Download artikel : perkebunan_warta-Vol-14-No.2-2008i.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *