Teknologi Balitbangtan Menjadi Daya Tarik Investasi dari Abu Dhabi Fund for Development (ADFD)

Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Upaya meningkatakan produksi dan kemajuan sektor pertanian terus digalakkan oleh pemerintah melalui berbagai pendekatan, salah satunya adalah melalui peningkatan investasi baik dalam maupun luar negeri. Jumlah penanaman modal asing (PMA) pada tahun 2018 tercatat sebesar 56%, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) 46%. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), PMA yang masuk ke Indonesia mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Per Desember 2018, total PMA mencapai Rp, 392,7 triliun atau naik sekitar 28 persen dibandingkan 2014 yang sebesar Rp. 307 triliun.

Data BKPM tahun 2019 juga menunjukkan, bahwa realisasi PMA per Januari-Maret sebesar 6.080.722,6 US$, dimana sektor terbesar yang mendapatkan investasi adalah sektor listrik, gas dan air sejumlah 1.526.373,2 US$, sementara sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan menempati urutan ke-8 dengan nilai investasi sebesar 206.546,0 US$. Angka tersebut masih jauh di atas target jika melihat besaran dan jumlah pekerja di sektor pertanian saat ini.

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian upaya menggenjot investasi terus ditingkatkan. Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry intensif melakukan promosi dan diseminasi teknologi inovasi unggulan Balitbangtan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satunya adalah dengan Abu Dhabi Fund for Development (ADFD).

Bertempat di Jakarta (11/10/2019) Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Ir. Syafaruddin, Ph.D., yang didampingi Kepala Bidang KSPHP Puslitbangbun Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., dan Kasubid Kerja Sama Dr. Saefudin serta para pejabat di lingkungan Baltbangtan menghadiri pertemuan tindak lanjut implementasi investasi dengan ADFD dan Elite Group Abu Dhabi. Dari pihak investor pertemuan dipimpin oleh Founder dan CEO Noorcoin The First Shariah Token in the World Sofia Koswara, sementara dari Balitbangtan dipimpin oleh Plt. Sekretaris Balitbangtan yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Ir. Hardiyanto M.Sc. Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kabid KSPHP Puslitbangtan dan Kabid KSPHP BB Padi.

Pertemuan yang diinisiasi oleh Noorcoin tersebut sebagai tindak lanjut pertemuan pada Tangggal 4 Oktober 2019 di Puslitbangtan yang membahas konsep dan teknis investasi sektor pertanian. ADFD akan berinvestasi pada 3 komoditi yaitu Tebu, Jagung dan Padi. Saat kunjungan ke Indonesia, tim UEA sempat berkunjung ke Kantor Balitbangtan dan diperkenalkan padi varietas Baroma (Beras Basmati Aromatik) oleh Kepala Balitbangtan dan Kepala Puslitbangtan.

Plt Sesba Balitbangtan mempresentasikan berbagai teknologi inovasi Balitbangtan. Teknologi Balitbangtan sangat banyak dan menarik serta sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk dikembangkan lebih lanjut, kata Sofia disela-sela diskusi. Sofia berharap agar diseminasi hasil-hasil penelitian yang siap terap agar lebih diintensifkan.

Kapuslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D., menyambut dengan baik rencana investasi ADFD dalam pengembangan komoditas tebu di Indonesia. Lebih lanjut Syafaruddin menyampaikan kesiapan Puslitbangbun dan Balittas Malang dalam menyiapkan benih unggul tebu serta teknologi pendukungnya. Pada kesempatan tersebut, Syafaruddin memperkenalkan juga kopi bisang yang berpeluang untuk dikerjasamakan melalui proyek ADFD. Implementasi kerjasama ini direncanakan segera dimulai pada akhir Desember 2019. Bersinergi dalam mendukung program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045. (Sae & JCA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *