Teknik Perbanyakan Benih Jarak Pagar

Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman tahunan, sehingga benih yang baik merupakan kunci utama keberhasilan pembudidayaannya. Agar diperoleh benih bermutu baik, perlu diperhatikan varietas, perlakuan budidaya, penentuan saat panen serta perlakuan pasca panennya.

Buah jarak pagar yang terpilih untuk dipanen harus berwarna kuning karena dipastikan bahwa buah tersebut sudah masak. Sebelum dilakukan pengupasan buah untuk mengeluarkan bijinya, sebaiknya dipisahkan antara buah yang berwarna kuning dengan buah yang berwarna hijau dan kecoklatan. Biji yang diperoleh dari buah yang masak, mempunyai mutu yang paling baik, yaitumempunyaidaya berkecambah di atas 92%.

Benih jarak pagar akan mengalami penurunan viabilitas jika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Masa simpan benih dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi varietas, viabilitas awal dan kandungan air benih sedangkan faktor eksternal meliputi suhu, kelembaban relatif, intensitas cahaya, mikroorganisme di dalam ruang penyimpan serta bahan kemasan.

Masalah yang sering terjadi adalah sulitnya mempertahankan viabilitas benih selama menunggu saat penanaman. Salah satu teknik untuk mempertahankan viabilitas benih adalah dengan mengatur suhu ruang penyimpan dan menentukan bahan kemasan yang tepat. Biasanya, bahan kemasan yang digunakan pada proses produksi dan pendistribusian benih jarak pagar adalah kantong plastik .

Hasil penelitian mengenai teknik mempertahankan viabilitas benih jarak pagar, dilakukan dengan menggunakan benih jarak pagar IP-1M dan IP-1P yang disimpan selama 450 hari di ruang simpan pada dua macam suhu ruang simpan, yaitu suhu kamar (27±3 C) dan suhu ruang berAC(20±1 C), serta dikemas dalamwadahterbuat dari kantong plastik.
Benih IP-1M dan IP-1P adalah masing-masing benih “improved population” satu dari Kebun Induk Jarak Pagar di lokasi Kebun Percobaan Muktiharjo, Pati, Jawa Tengah dan Kebun Percobaan Pakuwon, Sukabumi, Jawa Barat. Benih IP-1M mewakili benih berasal dari dataran rendah iklim kering, sedangkan IP-1P mewakili benih berasal dari dataran tinggi iklim basah.
Pada umur penyimpanan benih 45 hari, IP-1M mempunyai daya berkecambah 93% (Gambar 1). Daya berkecambah benih ini pada penyimpanan selama 12 bulan (satu tahun) pada suhu kamar (27 ± 3 C) akan menurun sampai di bawah 80%. Benih dengan daya berkecambah kurang dari 80% merupakan benih di bawah standar benih bermutu.
Oleh karena itu, sebaiknya lama penyimpanan benih IP-1M pada suhu kamar hanya sampai 325 hari (sekitar 11 bulan), karena viabilitasnya masih memenuhi syarat sebagai benih bermutu. Viabiltas benih IP-1M dapat dipertahankan jika penyimpanan dilakukan di ruang bersuhu sekitar 20 C, yaitu dapat disimpan sampai 450 hari (15 bulan) dengan daya berkecambah benih sekitar 86%.
Benih IP-1P mengalami penurunan daya berkecambah akibat penyimpanan pada suhu kamar. Sebaiknya penyimpanan benih yang berasal dari iklim basah dataran tinggi tidak melebihi masa simpan sampai 165 hari (5,5 bulan), karena daya berkecambah akan turun sampai di bawah 80%. Masa simpan benih ini dapat diperpanjang dengan cara disimpan pada suhu sekitar 20 C.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa benih yang disimpan pada suhu tersebut selama 420 hari (14 bulan) masih memenuhi syarat sebagai benih bermutu (Abi Dwi Hastomo/Peneliti Balittas).
Gambar 1. Daya berkecambah benih jarak pagar IP-1 M yang disimpan sampai dengan 450 hari (15 bulan) pada suhu 27 ± 3 C dan 20 ± 1 C

Info terkait klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *