Teknik Penyadapan Nira pada Tanaman Kelapa

Artikel Kelapa Berita Perkebunan Highlight

INFOTEK PERKEBUNAN – Nira dari tanaman kelapa digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula cair, gula semut, dan gula padat (gula kelapa). Semua jenis kelapa dapat diambil niranya, namun yang direkomendasikan adalah kelapa genjah karena buahnya berukuran kecil dan kurang dimanfaatkan. Sementara itu, teknik penyadapan nira ada dua, yakni metode petani penderes/penyadap dan metode perbaikan.

Kelapa sering disebut sebagai tree of life atau pohon kehidupan karena memiliki banyak manfaat. Hampir semua bagian tanaman kelapa bisa dimanfaatkan, termasuk niranya sebagai bahan baku pembuatan gula cair, gula semut, dan gula padat (gula kelapa).

Tiga jenis kelapa yang umum ditanam di Indonesia, yakni kelapa dalam, hibrida, dan genjah, dapat diambil niranya. Namun, kelapa genjah lebih direkomendasikan karena buahnya berukuran kecil dan kurang dimanfaatkan. Padahal sebenarnya, produksi niranya lebih rendah dari kelapa dalam, yaitu berkisar antara 1-1,5 liter/hari dengan lama penyadapan 20-25 hari per bunga.

Umumnya, penyadapan dilakukan setelah pohon kelapa berumur 8 tahun, kecuali untuk hibrida di umur 4 tahun. Pohon dapat disadap jika telah menghasilkan tiga tandan bunga dengan panjang bunga kedua sekitar tiga kali panjang bunga pertama. Dari ketiga tandan tersebut, bunga kedua siap disadap, bunga pertama belum, sementara bunga ketiga tidak disadap karena sudah terlalu tua.

Menurut Budi Santosa dan Oscar Saka dari Balit Palma, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyayat bunga terpilih ke arah pucuk, namun jangan sampai putus sebagai tempat untuk meletakkan ujung tali plastik. Lalu, ikat/balut ke arah pangkal atau pelepah bunga.

Teknik penyadapan nira yang biasa digunakan petani ada dua, yaitu metode petani penderes/penyadap dan metode perbaikan. Pada metode petani penderes, bunga yang telah dibalut diikat dengan tali dan dirundukkan perlahan-lahan selama 4 hari. Perundukan dilakukan di pagi dan sore hari dengan hati-hati agar pelepahnya tidak sampai patah.

Selanjutnya, bunga dipotong sekitar 1/3 bagian dan disayat di bekas potongan selama 4 hari setiap pagi dan sore. Nira akan keluar di hari ke-5 setelah penyayatan atau hari ke-9 setelah perundukan bunga.

Penyadapan kemudian dilakukan dua kali sehari, yakni pagi (jam 5-7) dan sore (jam 4-6). Siapkan jerigen untuk menampung hasil sadapan. Setiap kali menyadap, sayat bekas potongan dengan kedalaman 1-2 mm agar nira lebih mudah menetes. Pasalnya, jika tidak disayat, nira yang keluar sebelumnya akan membeku dan menyumbat jalan keluarnya.

Sementara itu, pada metode perbaikan, bunga yang telah dibalut tali plastik langsung diikat dan dipotong sepanjang 1/3 bagian. Bunga dirundukkan pelan-pelan setiap pagi dan sore selama 4 hari. Saat pembengkokan, petani juga melakukan penyayatan sedalam 1-2 mm di bekas potongan. Metode ini lebih cepat menghasilkan nira karena sudah keluar di hari ke-5. (Nurul/Tim web)

Ingin tahu lebih banyak tentang teknik penyadapan nira pada tanaman kelapa? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini: : Teknik Penyadapan Nira pada Tanaman Kelapa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *