Tantangan dan Kebijakan untuk Mendukung Sawit Indonesia yang Berkelanjutan

Aktifitas Puslitbangbun

Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian mengadakan seminar pembangunan pertanian dan pedesaan dengan topik khusus “Sawit Indonesia yang Berkelanjutan, Tantangan dan Kebijakan yang diharapkan”, pada Kamis 28 September 2017 di Ruang Rapat Gedung A, Kementan.

Pembicara utama adalah Dr. Delima Hasri Azahari, Peneliti PSEKP. Acara dipimpin oleh staf ahli Menteri Bidang Lingkungan, KEMENTAN.

 

 

 

 

 

 

 

Peserta seminar berasal dari staf ahli Bidang investasi pertanian, bidang perdagangan dan hubungan internasional, Puslitbangbun, Balitbangtan, Dirjenbun, Kementerian Perindustrian, akademisi, peneliti senior, asosiasi pengusaha sawit dan perusahaan swasta yang bergerak di bagian hulu dan hilirisasi produk sawit seperti oleofood, oleokimia, dan biofuel.

Sawit merupakan komoditas strategis, sumber pendapatan bagi 1,5 juta keluarga petani kecil,  dan merupakan kontributor devisa terbesar dalam ekonomi Indonesia. Indonesia merupakan produsen sawit terbesar dunia. 54% dari produksi minyak sawit dunia berasal dari Indonesia.

Data dari GAPKI menunjukkan bahwa pangsa perkebunan rakyat saat ini sudah mencapai 52% dengan produktivitas yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan swasta. Oleh sebab itu, kebijakan yang diharapkan meliputi:

  1. peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat, melalui program replanting, penyediaan bibit sawit yang  bersertifikat, serta penguatan R&D. Untuk itu dibutuhkan dukungan baik dari pemerintah maupun BPDPKS,
  2. peningkatan jumlah perusahaan sawit, asosiasi petani plasma atau koperasi petani swadaya yang tersertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO),
  3. peningkatan akses financial pekebun rakyat melalui program sertifikasi lahan rakyat,
  4. peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi,
  5. stabilisasi harga melalui peningkatan pasar domestik dan pasar kawasan,
  6. diplomasi dan kerjasama investasi dan perdagangan,
  7. perbaikan infrastruktur dan fasilitasi perdagangan,
  8. pemutahiran data dan informasi,
  9. penguatan organisasi petani dan pelaku usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *