Teknik Aklimatisasi Benih Tebu Hasil Kultur Jaringan

BERITA PERKEBUNAN – Perbanyakan benih tebu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : (1) konvensional dan (2) kultur jaringan. Benih konvensional biasanya diambil dari bagian tanaman tebu yang berumur 6-7 bulan. Benih tebu hasil kultur in-vitro memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan benih hasil konvensional yaitu lebih seragam, bebas pathogen berbahaya, dan menghasilkan benih yang banyak […]

Continue Reading

Teknik Analisis RAPD Temu Lawak

INFO TEKNOLOGI – Hasil  RAPD dapat mendeteksi tanaman melalui genotip lebih baik dari pada hanya melihat fenotipnya saja.  Variabilitas yang diperlihatkan DNA pada alel lebih banyak daripada variabilitas berdasarkan morfologi. Dari 8 primer, 4 primer menunjukkan monomorfis dan 4 primer  (OPC-03, OPD-16, OPE-09 dan OPF-13) menunjukkan adanya polimorfisme dengan jumlah pita DNA antara 1 – […]

Continue Reading

Berbagai Teknik Penyetekan pada Tanaman Kopi Robusta

INFO TEKNOLOGI – Tanaman kopi robusta mempunyai sifat menyerbuk silang, sehingga untuk mendapatkan bahan tanaman yang bermutu baik perbanyakannya harus dilakukan secara vegetatif. Salah satu perbanyakan vegetatif yang mudah dilakukan adalah dengan cara setek. Terdapat berbagai teknik setek yang sering dipakai oleh petani maupun perkebunan besar diantaranya setek batang, setek ruas, setek belah, setek daun […]

Continue Reading

Perbaikan Teknik VCO Dengan Metode Sentrifugasi

INFO TEKNOLOGI – Virgin Coconut Oil (VCO) dapat dihasilkan melalui esktraksi basah atau kering. Pada ekstraksi kering, VCO dihasilkan dengan bahan baku kelapa parut kering. Ekstraksi cara basah, VCO diperoleh melalui pemanasan, fermentasi dan sentrifugasi krim kelapa. Pada prinsipnya mutu VCO yang dihasilkan dengan kedua cara tersebut hampir sama yaitu bening, kadar air dan kadar […]

Continue Reading

Teknik Penjernihan Minyak Biji Kapas Sebagai Minyak Makan

Tanaman kapas lebih dikenal sebagai penghasil serat bahan baku tekstil. Selain serat kapas yang dihasilkan, biji kapas juga dapat menghasilkan minyak, protein, dan lemak. Selain itu di dalam minyak biji kapas terkandung asam lemak jenuh yang rendah (30,26 %) dan asam lemak tidak jenuh yang tinggi (69,74 %), sehingga sangat baik digunakan sebagai minyak makan.

Continue Reading

Workshop II “Penguatan Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Publikasi Internasional”

Peneliti dan akademisi dituntut untuk memiliki kemampuan yang lebih dari masyarakat biasa karena kapasitasnya yang lebih intens berinteraksi dengan ilmu pengetahuan. Hal tersebut membuat sudah sepatutnya peneliti mampu mengaktualisasikan kompetensinya bukan sekedar kegiatan penelitian, tetapi mampu untuk menulis hasil penelitian tersebut dalam media publikasi baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

Continue Reading