Mahasiswa Pasca Sarjana IPB Belajar Kultur Jaringan ke Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) menerima kunjungan rombongan mahasiswa pasca sarjana IPB jurusan Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman Semester 1 tahun 2018. Rombongan yang dipimpin oleh Dr. Ir. Diny Dinarti, MSi, dosen Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman bersama 18 mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Etiopia dan Timur Leste, serta lima pendamping, diterima oleh […]

Continue Reading

Tingkat Serangan Penyakit Karat Daun pada Benih Tebu Hasil Kultur Jaringan Fase Aklimatisasi

INFO PERKEBUNAN – Lingkungan tumbuh benih yang kurang baik dan curah hujan, serta kelembaban udara yang tinggi diduga sebagai faktor penyebab terbesar serangan penyakit karat daun pada benih tebu hasil kultur jaringan pada fase aklimatisasi. Pada bulan Januari – September 2017 serangan penyakit karat daun tidak terjadi (0%), sedangkan pada bulan Oktober-Maret 2018 (musim penghujan) […]

Continue Reading

Infotek Perkebunan Vol. 10 No. 5, Mei 2018

INFO PERKEBUNAN – Swasembada gula merupakan program strategis Kementerian Pertanian, sehingga perlu didukung dengan teknologi penyediaan benih skala luas, perbanyakan benih. Tebu merupakan salah satu komoditi penghasil gula. Pada edisi ini diuraikan tentang perbanyakan benih tebu dengan kultur jaringan dan permasalahan serangan penyakit karat pada aklimatisasi benih tebu hasil kultur jaringan. Artikel lain mengulas tentang […]

Continue Reading

Teknik Perbanyakan Tanaman Nilam Secara Kultur Jaringan

BERITA PERKEBUNAN – Di Indonesia, aplikasi kultur melalui kultur jaringan telah dilakukan sejak tahun 1980 yang difokuskan untuk perbanyakan tanaman. Salah satu tanaman yang dapat diperbanyak secara kultur jaringan adalah nilam. Perbanyakan tanaman nilam dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan. Teknik ini sangat menjanjikan dalam perbanyakan tanaman, sehingga dapat memproduksi benih secara massal seragam dan […]

Continue Reading

Prospek dan Tantangan Perbanyakan Kelapa Kopyor melalui Kultur Embrio

BERITA PERKEBUNAN – Kelapa kopyor merupakan kelapa mutan yang berifat letal, tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi. Perbanyakan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara konvensional dan non konvensional. Secara konvensional kelapa kopyor diperbanyak dengan menanam buah normal yang dipanen dari pohon yang menghasilkan buah kopyor, tetapi buah kopyor yang dihasilkan pertandan sangat rendah […]

Continue Reading

Teknik Aklimatisasi Benih Tebu Hasil Kultur Jaringan

BERITA PERKEBUNAN – Perbanyakan benih tebu dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : (1) konvensional dan (2) kultur jaringan. Benih konvensional biasanya diambil dari bagian tanaman tebu yang berumur 6-7 bulan. Benih tebu hasil kultur in-vitro memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan benih hasil konvensional yaitu lebih seragam, bebas pathogen berbahaya, dan menghasilkan benih yang banyak […]

Continue Reading

Status Pemuliaan Tanaman Kelapa dalam Penyediaan Benih Unggul di Indonesia

INFO TEKNOLOGI – Tanaman kelapa merupakan tanaman yang sangat bermanfaat bagi manusia dan tersebar di seluruh propinsi di Indonesia dengan banyak aksesi sehingga keragaman genetik tinggi. Hal tersebut menyebabkan produktivitas kelapa secara nasional masih rendah yaitu sekitar 1 ton kopra/ha/tahun.

Continue Reading

Produksi Bibit Tebu G3 Asal Kultur Jaringan Varietas Kidang Kencana

INFO TEKNOLOGI PERKEBUNAN – Bibit merupakan faktor penentu dalam budidaya tebu, kecepatan perbanyakan bibit tebu akan memengaruhi kecepatan perluasan penanaman tebu atau program bongkar ratoon. Untuk memperoleh produktivitas dan rendemen tinggi diperlukan bibit yang bermutu, baik mutu genetis maupun mutu fisik. Disamping itu diperlukan jumlah yang banyak dengan waktu yang singkat.

Continue Reading

Pengadaan Bibit Tebu Melalui Kultur Jaringan

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman penting yang bernilai ekonomi tinggi, dipakai sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir. Pemerintah telah mencanangkan swasembada gula pada tahun 2014. Untuk mencapai sasaran swasembada, salah satu faktor penting adalah perluasan areal baik milik Perusahaan Perkebunan Nasional (PTPN) maupun perkebunan rakyat dan penggunaan varietas tebu unggul yang dianjurkan. Peningkatan […]

Continue Reading