Strategi Puslitbang Perkebunan Mendorong Produksi Pangan Sehat dan Obat dari Tanaman Industri pada Konferensi Internasional Universitas Jember

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

“Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi ke-3 di dunia yang memiliki 30.000 spesies angiospermae (tumbuhan berbunga), dimana 7.500 spesiesnya berkhasiat sebagai obat dan 283 diantaranya telah terdaftar sebagai tanaman obat tradisional yang dapat digunakan sehari-hari untuk masyarakat”.

Demikian pengantar materi yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) Ir. Syafaruddin, Ph.D secara virtual, pada kegiatan Konferensi Internasional ke-4 mengenai Pertanian dan Ilmu Hayati yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Jember, (6/10/20).

Hadir sebagai Keynote Speaker, Kapuslitbang Perkebunan menjelaskan tentang Strategi Mendorong Produksi Pangan Sehat dan Obat dari Tanaman Industri di Era Normal Baru pada masa pandemic Covid-19.

Dalam paparannya, Syafaruddin menjelaskan langkah yang telah dilakukan Puslitbang Perkebunan sebagai Lembaga Penelitian di bawah Badan Litbang Pertanian Kementan, untuk mendorong produksi tanaman industri yang sehat dan berkhasiat sebagai obat. Diantaranya yaitu, program penelitian yang berkelanjutan, aplikasi praktik pertanian yang baik, dan keberlanjutan ketersediaan produk bahan baku yang berkualitas.

“Seluruh strategi yang kita lakukan dalam mendorong produksi tanaman industri ini tentunya juga harus memperhatikan standar operasional prosedur untuk budidaya pertanian yang baik, penanganan panen dan pasca panen yang baik” ujar syafarudin.

Lebih lanjut beliau menjelaskan beberapa poin terkait standar penentuan bahan tanam yang perlu diperhatikan, yaitu: terbebas dari kontaminasi bakteri, minim konsentrasi pestisida serta bebas hama dan penyakit.

Selanjutnya, terkait produk inovasi yang telah dihasilkan, Syafaruddin juga memaparkan beberapa produk unggulan Puslitbang Perkebunan yang berbasis tanaman industri dan obat, diantaranya: minyak eucalyptus dari Balittro, Virgin Coconut Oil (VCO) dari Balit Palma, Teh Rosella Herbal dari Balittas, serta perpaduan kopi dan purwoceng (Kopi Sierra) yang memiliki banyak khasiat sebagai penambah stamina dari Balittri.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Ir. Sigit Soeparjono, MS., Ph.D menerangkan, kegiatan Konferensi Internasional ke-4 tentang Pertanian dan Ilmu Hayati ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan para pakar di bidang pertanian dari dalam maupun luar negeri.

Selain Kapuslitbang Perkebunan sebagai pembicara kunci, turut menyampaikan materi antara lain Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Jember, Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D, Kepala Pusat Unggulan Bioteknologi Tanaman Industri Universitas Jember Prof. Tri Agus Siswoyo, S.P., M.Agr., Ph.D, dan Dr. Rika Terano dari Tokyo Agriculture University sebagai guest speaker.

Dihadiri lebih dari 300 orang peserta secara virtual, harapannya kegiatan ini mampu menggali potensi tanaman industri dan obat yang berkhasiat untuk kesehatan khususnya dalam beradaptasi dengan era normal baru. (Anjas & Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *