Status Plasma Nutfah dan Varietas Unggul Serai Wangi

Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Tanaman serai wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang berpotensi dapat meningkatkan devisa negara melalui produk-produk yang dihasilkan dari berbagai industri pengguna bahan baku serai wangi. Serai wangi (Andropogon nardus var. genuinus) merupakan penghasil minyak atsiri yang di perdagangan dunia dikenal dengan nama Java citronella.

Di Indonesia, serai wangi pertama kali ditanam di Cultuurtuin tahun 1891 dan berkembang ke berbagai daerah dengan sebaran terbatas. Daerah pengembangan yang cukup banyak ada di Jawa Barat dan Sumatera Barat kemudian secara bertahap berkembang ke daerah-daerah lain.

Ada dua tipe serai wangi yang berkembang di Indonesia yaitu Mahapengiri dan Lenabatu. Kedua tipe tersebut memiliki karakter pembeda yang dapat dibedakan dari morfologi tanaman dan mutu minyaknya.

Tipe Mahapengiri mempunyai mutu minyak lebih baik, tetapi produksi daun basahnya lebih rendah dari tipe Lenabatu. Perkembangan jumlah koleksi serai wangi dari tahun 1987 sampai 2012, mengalami penurunan yang cukup banyak yang diakibatkan berbagai faktor yang terjadi di lapangan.

Jumlah koleksi terbanyak diperoleh pada tahun 1989 sebanyak 127 aksesi hasil pengumpulan dari berbagai daerah dan hasil perbanyakan benih melalui biji. Melalui proses pemuliaan, pada tahun 1992 dari 3 calon varietas yang diusulkan tetapi hanya satu yang disetuji untuk dilepas yaitu T-ANG 1 dengan SK Mentan nomor 627/Kpts/TP/240/11/92 tertanggal 3 Nopember 1992 dengan nama Serai Wangi 1.

Jumlah koleksi tersebut terus berkurang hingga sampai tahun 2008, jumlah koleksi yang tersisa tinggal 7 aksesi. Penambahan kembali koleksi yang diperoleh dari hasil eksplorasi di berbagai daerah pengembangan sampai tahun 2010 dengan menambah jumlah koleksi menjadi 20 aksesi dan yang saat ini sedang dikonservasi di kebun percobaan Manoko, Lembang, Jawa Barat. Dari 20 aksesi tersebut telah diseleksi dan diperoleh 9 aksesi yang dievaluasi kembali sejak tahun 2011 di beberapa daerah pengembangan untuk mengetahui kestabilan produksi dan mutunya. (Cheppy Syukur, dan Rudiana Bakti/Peneliti Balittro)

Selengkapnya Download Full Text: perkebunan_SeraiWangi.pdf

Sumber: Warta Puslitbang Perkebunan Vol. 19 No. 1, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *