Status dan Prospek Peningkatan Produksi dan Ekspor Jahe Indonesia

Artikel Jahe Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Laju produksi jahe Indonesia pada dasawarsa terakhir menurun 13,3%/tahun, dan menempatkan Indonesia ke posisi 14 negara eksportir jahe ke pasar dunia yang semula sebagai negara pengekspor utama, hal tersebut disebabkan oleh laju penurunan produktivitas selama kurun waktu 2004-2011. Selama periode 2004 sampai 2011, penurunan produktivitas mencapai 5,8 %/tahun dan penurunan luas panen 2,03 %/tahun.

Penurunan produktivitas disebabkan oleh penggunaan benih yang kualitasnya rendah, serangan hama dan penyakit, penerapan teknik budidaya tidak sesuai anjuran, perubahan iklim, dan persaingan dengan komoditas lain yang lebih menguntungkan, hal tersebut berdampak pada penurunan luas panen.

Untuk dapat dapat bersaing di pasar bebas kebijakan penguatan modal petani dan perbaikan infrastruktur disertai pendampingan penerapan teknik budidaya sesuai dengan GAP (Good Agricultural Practices) dan GMP (Good Manufacturing Practices), serta penggunaan varietas unggul dan penggunaan benih yang sehat disertai sosialisasi teknik budidaya jahe yang baik dan benar perlu dilakukan.

Ke depan, perlu dihasilkan varietas unggul yang tahan hama, penyakit layu bakteri dan tahan kelembaban yang tinggi, seta teknologi budidaya yang dapat mengantisipasi perubahan iklim. (/Ekwasita Rini Pribadi/Peneliti Balittro)

Sumber : Perspektif Puslitbang Perkebunan Vol. 12 No. 2, Desember 2013

Download Fulltext : perkebunan_perspektif_vol1222013_3_Ekwasita.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *