Sosialisasi dan Rakor Persiapan Pendampingan Program #BEKERJA Kab. Garut

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS Dalam rangka persiapan pendampingan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) Kab. Garut, provinsi Jawa Barat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Badan Litbang Kementan sebagai penanggung Jawab Supervisi di Kab. Garut, hari ini melaksanakan rapat persiapan di Puslitbangbun (2/8/18). Rapat sekaligus Sosialisasi dan Rakor Program #Bekerja Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan ini dipimpin oleh Kepala Puslitbangbun yang dalam hal diwakilkan oleh Kabid PE, Dr.Ir. Rustan Massinai, M.Si., sebagai Penanggung Jawab Kegiatan #BEKERJA Puslitbangbun, dihadiri oleh Kabid KSPHP Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D., Kasubbid PHP, para peneliti dan tim pelaksana program #BEKERJA Puslitbangbun.

Dalam paparannya, Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc., Ph.D. menyampaikan 5 agenda program BEKERJA yang menjadi tanggung jawabnya di Kab Garut, yakni: 1) Tim teknis/pendamping/pelaksana, 2) Hasil verifikasi RTM, 3) Progres pengadaan dan distribusi bibit/saprodi, 4) Bimtek TKSK/TKSD (TOT) dan RTM, dan 5) Pengawalan/pendampingan.

Adapun lokasi verifikasi Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Garut berdasarkan data Kemensos di 4 (empat) Kecamatan, di 56 (lima puluh enam) desa dengan total RTM sebanyak 12.376. Berdasarkan hasil verifikasi yang sudah dilakukan pd bulan Juli lalu terdapat 11.802 (96,7%) dari total RTM di Kab. Garut. Namun, karena kemampuan pengadaan ayam DOC dari pihak ketiga, maka untuk tahun 2018 ini hanya dapat dipenuhi untuk 8.147 (70%) dari total RTM. Sisanya akan dipenuhi pada tahun anggaran 2019, ujar Jelfina.

Susunan tim Program #BEKERJA dari Balitbangtan adalah Sekretaris Badan Litbang Pertanian sebagai Ketua Pelaksana, dengan penanggungjawab wilayah Jawa Barat adalah Kepala Puslitbang Peternakan. Penanggungjawab masing-masing kabupaten di Jawa Barat adalah: Kepala Puslitbang Perkebunan (Kab. Garut), Kepala Puslitbang Peternakan (Kab. Indramayu), Kepala Puslitbang Hortikultura (Kab. Cirebon), Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (Kab. Tasikmalaya), Kepala Balai Penelitian Ternak (Kab. Cianjur). Masing-masing wilayah akan didampingi oleh Tim dari Ditjen PKH.

Dalam sesi diskusi, Dr. Rustan Massinai memberikan arahan bahwa program #BEKERJA ini merupakan program Kementerian Pertanian di tahun 2018 yang harus didukung supaya sukses. Sebagaimana halnya program UPSUS, program BEKERJA ini sama levelnya. Kita tidak mencari CPCL, cukup menggunakan data dari Kemensos tentang data RTM, tinggal diverifikasi saja, ujar Massinai. Puslitbangbun bertugas ke Garut, sekaligus link kegiatan dengan yang kegiatan-kegiatan lain yang berlokasi di Garut juga.

Dalam sesi diskusi juga banyak saran dan masukan dari para peneliti, struktural dan pelaksana yang berharga agar kegiatan #BEKERJA yang menjadi tanggung jawab Puslitbangbun dapat terlaksana dan sukses dengan baik. SEMOGA (Bur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *