Sesba : Purnatugas Seorang Profesor Riset Masih Dibutuhkan di Badan Litbang Pertanian

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

BOGOR, PERKEBUNAN – Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. M. Prama Yufdy mengatakan perlu penyempitan makna dari kata “purnatugas”, karena purnatugas dari seorang Profesor Riset di Badan Litbang Pertanian masih dibutuhkan di Badan Litbang Pertanian. Hal ini disampaikan Sesba dalam sambutannya pada acara Orasi Purnatugas Prof.Dr. Bambang Prastowo di Gedung Display Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Bogor (3/5/17).

Bekerja di Badan Litbang Pertanian sebenarnya berada di zona nyaman (sekjen, 2017). Artinya punya keleluasaan mencurahkan semua ide untuk menciptakan inovasi bagi kemajuan bangsa, ujar Sesba.

Prof. Bambang Prastowo yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Puslitbangbun tahun 2005-2008, sejak tahun 2005 sampai dengan sekarang melakukan penelitian mengenai Biofuel dan Biomas Energi dan tanaman perkebunan lainnya limbahnya serta alat dan mesin pertanian pengolahan perkebunan di Puslitbangbun, serta alat dan mesin processing jarak pagar di Balittri, Sukabumi Jawa Barat.

Dalam orasi purnatugasnya, Prof. Bambang menyampaikan beberapa pesan kepada peneliti Badan Litbang Pertanian yaitu pentingnya komitmen dan tepati janji serta wawasan keilmuan yang tinggi. Badan Litbang Pertanian saat ini gencar menyekolahkan sumberdaya manusianya karena untuk wawasan keilmuan.

Lebih lanjut Prof. Bambang mengatakan bahwa rata-rata peraih nobel karya penelitian dicapai pada umur 57-58 setelah 20 tahun melakukan penelitian, maka mereka bekerja keras sejak umur 37-38 tahun. Kita ketahui peneliti/pemulia jagung atau padi selama 6 tahun menghasilkan varietas unggul baru (VUB), baru meraih penghargaan AKIL.

Turut campur pemerintah dalam diseminasi inovasi teknologi alat mesin pertanian (alsintan) sangat diperlukan pada era sekarang ini, ujarnya. Kriteria output researh harus yang menjawab dan menyelesaikan permasalahan di lapangan. Penelitian berorientasi output dan manfaat. Semua penghargaan Nobel, Akil, dan lain-lain merupakan penghargaan bagi kerja keras dan komitmen peneliti. Untuk itu merupakan kewajiban setiap peneliti untuk menghasilkan inovasi teknologi untuk membangun dan memajukan neger tercinta ini, harap Prof. Bambang.

Orasi ini sebagai penghargaan kepada beliau yang telah mendedikasikan ilmunya bagi pengembangan penelitian perkebunan pada khususnya dan pertanian pada umumnya. Acara dihadiri oleh para Profesor Riset yang tergabung dalam Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR), pejabat struktural dan peneliti lingkup Puslitbangbun. (R. Heru P.)

Foto bersama Prof. Dr. Bambang Prastowo (tengah) dengan Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. M. Prama Yufdy, para Profesor Riset yang tergabung dalam Forum Komunikasi Profesor Riset (FKPR), pejabata struktural dan peneliti lingkup Puslitbangbun.

Foto bersama Prof. Dr. Bambang Prastowo (tengah) dengan kelompok peneliti penelitian dan pengembangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *