Seraiwangi Dapat Dimanfaatkan sebagai Pestisida Nabati

Artikel Rempah Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Seraiwangi dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Pestisida Nabati yang terbuat dari bahan-bahan alami tentu lebih aman, karena mudah terurai dan tidak menimbulkan residu. Salah satu bahan alami yang bisa digunakan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah minyak atsiri seraiwangi (Cymbopogon nardus). Minyak serai wangi bisa digunakan untuk menghambat perkembangan bahkan membunuh hama tanaman.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Dr. Ir. Wiratno, M. Env. Mgt., dalam sambutan dan pembukaan acara pendampingan “Bimbingan Teknis Pengolahan Minyak Serai Wangi dan Produk Turunannya”, tanggal 18-20 Februari 2019 di Bogor. Kegiatan bimtek ini diikuti oleh 5 orang yang berprofesi sebagai petani dan 2 orang sebagai pendamping dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Pakpak Bharat.

Kegiatan ini merupakan pengembangan industri pengolahan komoditi unggulan di Pakpak Bharat, sehingga masyarakat lebih memahami cara pengolahan penyulingan minyak seraiwangi serta belajar membuat produk turunannya. Diharapkan dapat menambah penghasilan khususnya untuk masyarakat Pakpak Bharat, ujar Jon Merson Cibro, SP., selaku Kepala Seksi Bina Usaha dan UMKM Dinas Koperasi, Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sekaligus Ketua rombongan peserta Bimbingan teknis.

Kegiatan bimbingan teknis ini selain pemaparan materi oleh narasumber Ir. Sofiana Bagem Sembiring dilakukan pula praktek pengolahan penyulingan, praktek pembuatan balsem, pembuatan sabun dan pembuatan lotion khusus komoditas Seraiwangi serta kunjungan lapang ke Unit pengelola benih sumber, Kebun Wisata Tanaman Obat dan Griya Jamu.

Harapannya kegiatan ini dapat di kembangkan di Pakpak Bharat karena Seraiwangi merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri yang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan mengingat Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam penyediaan bahan bakunya. Selain itu pembangunan minyak atsiri akan menimbulkan efek berganda berupa peningkatan pendapatan petani tanaman atsiri, pembukaan lapang kerja di bidang agroindustri serta pengenalan sistem dan perilaku industri di pedesaan.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *