Seminar Nasional Serat Alam

Artikel Kapas Berita Perkebunan

INFO PERKEBUNAN – Indonesia setiap tahun mengimpor serat kapas rata-rata 700.000 ton senilai US$1 miliar. Dengan akan dicabutnya subsidi ekspor serat kapas di negara maju, diduga akan berdampak negatif pada industri TPT (tekstil dan produk tekstil) di Indonesia. Sebagai usaha antisipasi kemungkinan terjadi kelangkaan serat kapas di dalam negeri, maka usaha untuk memanfaatkan serat alam selain kapas sebagai bahan baku alternatif untuk tekstil perlu diupayakan.

Banyak tanaman serat alam yang memiliki peluang untuk dijadikan bahan baku alternatif atau suplemen serat kapas, antara lain: rami (Boehmeria nivea Gaud), abaka (Musa textilis Nee), yute (Corchorus capsularis L. dan C. olitorius L.), kenaf (Hibiscus cannabinus L.), sisal (Agave sisalana L.), linum atau flax (Linum usitatissimum L.), dan kapuk (Ceiba pentandra G.). Tanaman rami, abaka, yute, kenaf, sisal, dan kapuk, telah lama diusahakan di Indonesia, sedangkan linum (flax) belum pernah dibudidayakan namun sudah diuji coba penanamannya di Indonesia dapat tumbuh baik.

Dukungan teknologi budi daya sudah tersedia untuk beberapa jenis tanaman. Kendala yang sering muncul pada usaha pengembangan tanaman serat adalah: i) Keterbatasan varietas unggul dan bahan tanaman (benih atau bibit) yang berkualitas, ii) Keterbatasan areal karena kompetisi dengan komoditas pangan, iii) Keterbatasan modal petani sehingga perlu subsidi (kredit), iv) Rendahnya harga serat di tingkat petani sehingga animo petani kurang, v) Keterbatasan pasar karena minimnya industry hilir yang memanfaatkan, vi) Keterbatasan teknologi panen dan pascapanen, vii) Kebijakan pemerintah yang kurang mendukung, viii) Kelembagaan dan mekanisme operasional yang belum terkoordinasi dengan baik.

Peluang dan tantangan inilah yang seharusnya dicarikan solusinya dalam usaha mengantisipasi kekurangan bahan baku serat untuk industri TPTdi Indonesia.

Dalam rangka mencari strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut Balai PenelitianTanaman Tembakau dan Serat akan melaksanakan Seminar Nasional Serat Alam yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2011 di Jl. Karangploso km 4, Malang

Pemakalah :

Dr. Haryono/Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian : Dukungan Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam Riset dan Pengembangan Serat Alam

Dr. M. Syakir/Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan : Inovasi Teknologi Mendukung Pengembangan Serat Alam Nasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *