Dr. Suwarso Menjadi Profesor Riset Ke-20 di Puslitbangbun

Artikel Tembakau Berita Perkebunan

BOGOR, PERKEBUNAN – Dr.Ir. Suwarso, MS., peneliti Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang, meraih gelar Profesor Riset pada hari Kamis (17/7) di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Bogor. Dengan tambahan satu Profesor Riset yang baru, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) memiliki 20 orang Profesor Riset dan Suwarso sebagai Profesor Riset ke-7 di Balittas.

Dalam acara orasi pengukuhannya dengan judul “Inovasi Pemuliaan Tanaman untuk Meningkatkan Produktivitas Tembakau Madura Berkadar Nikotin Rendah”. Di depan Majelis Pengukuhan Profesor Riset dan Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono yang hadir membuka acara, pria kelahiran Probolinggo ini menuturkan bahwa tembakau memiliki nilai ekonomi tinggi. Sumbangan terhadap pendapatan petani berkisar antara 40-80%, bahkan di Madura mencapai 60-80%.

Suwarso, yang menamatkan S3 pada bidang Pemuliaan Tanaman di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1995 ini, menyampaikan rasa syukurnya selama 39 tahun meneliti dapat menghasilkan beberapa varietas tembakau dan telah dimanfaatkan oleh petani. Dua diantaranya adalah Prancak N-1 dan Prancak N-2 yang berkadar nikotin rendah, dan empat galur tembakau Madura berproduksi tinggi. Sebagai inovasi teknologi yang diadopsi oleh petani, pada tahun 2013 kedua varietas tersebut telah memperoleh sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman.

Di berbagai tempat, petani ingin tetap menanam tembakau sehingga kedepan penelitian di bidang pemuliaan untuk tembakau perlu dilanjutkan untuk menurunkan kadar nikotin dan meningkatkan produktivitas tembakau spesifik lokasi. Sampai saat ini tembakau masih menjadi pilihan petani, tidak hanya karena nilai ekonomi yang tinggi, tetapi karena di daerah kering tidak sesuai untuk tanaman lain.

Ucapan selamat pun datang dari Haryono yang membacakan sambutan Menteri Pertanian Suswono. Mentan dalam sambutannya mengatakan bahwa acara pengukuhan profesor riset kali ini terasa istimewa. Penyampaian orasi dilaksanakan pada saat kita memasuki saat-saat akhir masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, dan program 100 hari menutup pemerintahan saat ini. Selain itu, pengukuhan ini sangat baik momentumnya, juga dengan dimulainya proses perencanaan kegiatan pembangunan jangka panjang pertanian 2015-2045 dan pembangunan pertanian 5 tahun 2015-2019 yang ditandai dengan penyusunan rencana strategis pada berbagai tindakan.

Mentan mengapresiasi hasil pemikiran yang telah dituangkan Suwarso, tentang perbaikan genetik tembakau Madura terutama penurunan kadar nikotin dan peningkatan produktivitas. Hal ini sejalan dengan upaya Kementan dalam mengembangkan diversifikasi usaha di pedesaan, namun dengan tetap memperhatikan dari segi kesehatan masyarakat. Prospek ke depan tidak hanya untuk rokok, tetapi juga untuk hal-hal yang jauh lebih bermanfaat yang mengarah kepada biofarmaka.

Tentang ungkapan tembakau berkadar nikotin rendah yang spesifik lokasi serta memacu peningkatan produktivitas, akan mendorong peningkatan produksi tembakau tanpa harus bersaing dalam pemanfaatan lahan dengan usaha lainnya. Dukungan Suwarso terhadap pemikiran ini dengan menghasilkan dua varietas tembakau rendah nikotin yaitu Prancak N1 dan Prancak N2 mendapat apresiasi dari Mentan.

Sebagai tantangannya, Mentan memberi tugas dalam upaya mengoptimalkan pemikiran, dengan perencanaan kegiatan pembangunan pertanian lima tahun kedepan, untuk mensinergikan gagasan tersebut dengan inisiasi yang telah dibangun kementerian pertanian untuk pembangunan pertanian 2015-2045. Konkritnya yaitu memperkaya konsep yang ada dan menjadikannya lebih operasional termasuk konsep biofarmaka dan bioindustri kedepan.

Kepada ketiga profesor riset dan para peneliti lainnya, Mentan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya karena ditengah berbagai keterbatasan yang dimiliki dapat berkarir secara optimal sebagai peneliti dan dapat meraih jenjang tertinggi sebagai peneliti utama dan dikukuhkan sebagai Profesor Riset. Berharap dapat memotivasi peneliti lainnya, sehingga Badan Litbang Pertanian akan semakin banyak diisi oleh peneliti yang profesional dan mumpuni di bidangnya masing-masing.

Dalam acara Orasi Pengukuhan Profesor Riset ini, selain Dr. Suwarso, Majelis juga mengukuhkan dua Profesor Riset baru lainnya. Dari Balai Penelitian Tanah adalah Dr.Dra. Rasti Saraswati, MS., peneliti bidang kesuburan tanah dan biologi tanah yang membawakan orasinya dengan judul “Inovasi Teknologi Pupuk Hayati Mendukung Pengembangan Pertanian Bioindustri”, serta satu peneliti bidang budidaya tanaman dari Balai Penelitian Padi yaitu “Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi Mendukung Sistem Produksi Padi Berkelanjutan”

Mentan juga mengapresiasi hasil pemikiran yang telah dituangkan oleh ketiga profesor riset yang baru saja dikukuhkan. Apa yang digagas sangat relevan dengan upaya kita dalam membangun pertanian ke depan terutama dalam menggerakkan perekonomian nasional sampai ke ekonomi pedesaan.

Di akhir sambutannya, Mentan berharap semoga ketiga Profesor Riset ini dapat berperan menjadi pembina dan motivator bagi para peneliti yang lebih muda, baik dalam kepakaran maupun pengembangan jati diri, integritas, serta profesional mereka. Selama bekerja. (/Bursa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *