Sagu Baruq, Varietas Unggul Asal Kabupaten Sangihe

Inovasi Sagu Inovasi Teknologi Varietas Varietas-Sagu

INFO TEKNOLOGI – Sagu Baruq merupakan salah satu komoditas penghasil bahan pangan, yaitu pati sagu Baruq. Komoditas sagu Baruq perlu mendapatkan perhatian, karena pemanfaatan pati sagu Baruq akan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sagu Baruq asal Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara memiliki keunggulan, yaitu potensi produksi pati basah 70-90 kg/batang atau 30-45 kg pati kering/batang, kandungan karbohidrat 86,9%, pati 80,4%, protein 0,28%, lemak 0,22%, dan serat 0,76%. Selain potensi produksi yang tinggi, sagu Baruq mampu beradaptasi pada pengembangan di lahan kering, lereng-lereng sampai tebing yang curam, dan bahkan dapat di tanam di pekarangan rumah.

Keunggulan inilah yang membuat sagu Baruq berbeda dengan sagu Metroxylon yang hanya dapat tumbuh di lahan gambut atau lahan basah. Menurut Prof. Yamamoto dari Kochi University, Jepang (komunikasi pribadi), kualitas sagu Baruq memang lebih baik dibandingkan dengan sagu Metroxylon. Produksi pati Sagu Baruq di Kabupaten Sangihe berpotensi untuk ditingkatkan produktivitasnya dengan masukan teknologi yang tepat.

Balai Penelitian Tanaman Palma, Puslitbang Perkebunan telah meneliti sagu Baruq di Kabupaten Sangihe, yaitu di Kecamatan Tabukan Tengah Tabukan Utara, dan Manganitu selama tiga tahun (2012 – 2014) dalam rangka pelepasan varietas unggul. Selain itu, juga untuk penetapan kebun benih sumber guna pengembangan sagu Baruq dimasa yang akan datang.

Pada tahun 2014, sagu varietas Baruq telah ditetap sebagai varietas unggul berdasarkan hasil sidang pelepasan varietas tanggal 20 Agustus 2014 di Jakarta yang kemudian dikukuhkan dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.1063/Kpts/SR.120/10/2014 tanggal 13 Oktober 2014.

 

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Palma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *