Rintisan Kerjasama Percepatan Pendayagunaan Teknologi Mendukung Pengembangan Kopi di Kabupaten Sumedang

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Kopi Berita Perkebunan

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Sektor pertanian di Kabupaten Sumedang berpotensi besar mendorong peningkatan kesejahteraan petani lokal. Salah satu komoditas potensial
untuk dikembangkan adalah kopi. Kondisi yang terjadi saat ini, pengembangan kopi di Kab. Sumedang masih dihadapkan pada berbagai permasalahan. Produksi kopinya dalam setahun rata-rata sebesar 300 ton, dengan produktivitas yang masih rendah. Dari sisi pemasaran diketahui bahwa 95% produksi kopi Sumedang dijual petani secara gelondongan ke luar daerah hingga mancanegara dengan harga Rp 6.500/ kg.

Dalam rangka percepatan penggunaan teknologi pertanian melalui kegiatan Rintisan Kerjasama telah dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan di Sumedang. Tujuan kegiatan merupakan rintisan kerjasama dalam pendayagunaan hasil penelitian bagi pengembangan komoditas perkebunan. Kegiatan dilakukan dalam bentuk bimbingan teknis yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani.

Kegiatan bimbingan teknis dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2017 di kelompok tani Maju Mekar, Dusun Citungku, Desa Nagarawangi, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang yang dihadiri oleh 30 orang petani, 4 orang dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sumedang, penyuluh dan petugas lapang. Materi bimbingan teknis disampaikan oleh Ir. Handi Supriadi, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), terdiri dari pemaparan materi budidaya kopi dan kunjungan lapang ke kebun kopi milik petani setempat.

Kopi merupakan salah satu komoditas strategis di Jawa Barat yang mempunyai peran penting dalam perekonomian masyarakat Jawa Barat. Berdasarkan Data Statistik Perkebunan tahun 2015 bahwa rata-rata produktivitas kopi Arabika di Jawa Barat sebesar 951 kg per Ha, sedangkan Kopi Robusta Produktivitas rata-rata sekitar 784 kg per Ha. Luas areal Kopi Arabika sekitar 16.808 Ha sedangkan kopi Robusta sekitar 15.750 Ha.

Java Preanger Coffee merupakan kopi yang dikembangkan di daerah Jawa Barat.  Sentra produksi kopi meliputi: Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Caringin, Gunung Tilu, Gunung Patuha, Gunung Halu, Gunung Beser, Gunung
Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Manglayang, Pangalengan dan salah satunya berada di wilayah kabupaten Sumedang.

Kabupaten Sumedang memiliki perkebunan kopi di wilayah Cimalaka, Cakra Buana, Wado, namun wilayah tersebut tidak terpelihara dengan baik hanya khusus didaerah Rancakalong saja yang dipelihara dengan baik dan memiliki wilayah sebagian besarnya perkebunan kopi sejak dahulu. keterbatasan petani memiliki kendala dalam memproses dari awal penanaman hingga menjadi produk tepung kopi.

Hampir 90 persen kopi hasil petani Sumedang diolah oleh pihak di luar Kabupaten Sumedang. Pada sisi lain, kualitas biji kopi yang dihasilkan petani di Kabupaten Sumedang, sudah dikenal hingga ke mancanegara, akibatnya hingga saat ini petani kopi di Sumedang masih dapat menjadikan komoditas kopi sebagai penggerak perekonomian rumahtangga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kabupaten Sumedang merupakan wilayah pengembangan perkebunan tembakau, coklat, teh, serta kopi. Secara bertahap dilakukan perluasan wilayah perkebunan dan peningkatan nilai tambah melalui program pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Sumedang sangat berharap adanya pendampingan dari Badan Litbang Pertanian untuk pengembangan komoditas perkebunan di wilayahnya. Untuk komoditas lada dan kopi Distan sangat berharap agar dapat dilepas varietas unggul lokal, selain perbaikan sistem perbenihan dan budidaya kopi.

Kegiatan bimbingan teknis dan tinjauan lapang dilaksanakan sebagai bentuk diseminasi teknologi pengembangan kopi  kepada petani, serta sebagai upaya melakukan rintisan kerjasama dengan pemerintah daerah.  Rintisan kerjasama bertujuan untuk mendukung pengembangan perkebunan oleh pemerintah daerah menuju peningkatan kesejahteraan petani. (SW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *