Rintisan Kerjasama Percepatan Pendayagunaan Teknologi Mendukung Pengembangan Kopi di Kabupaten Bandung Barat

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Kopi Berita Perkebunan

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Dalam rangka percepatan penggunaan teknologi pertanian melalui kegiatan Rintisan Kerjasama telah dilakukan kegiatan Bimbingan Teknis oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan di Kabupaten Bandung Barat (18/7/2017). Bimbingan teknis bertujuan untuk meningkatkan adopsi teknologi di tingkat petani. Kegiatan bimbingan teknis yang dilaksanakan di Kampung Cibeber Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat dihadiri oleh 32 orang petani, 4 orang dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Bandung, penyuluh, dan petugas lapang.

Agenda kegiatan bimbingan teknis terdiri dari pemaparan materi budidaya kopi, serta kunjungan lapang ke kebun kopi milik petani setempat.  Materi disampaikan oleh Ir. Handi Supriadi, peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri).

Kopi merupakan salah satu komoditas strategis di Jawa Barat yang mempunyai peran penting dalam perekonomian masyarakat Jawa Barat.  Berdasarkan Data Statistik Perkebunan tahun 2015 bahwa rata-rata produktivitas kopi Arabika di Jawa Barat sebesar 951 kg per Ha, sedangkan Kopi Robusta Produktivitas rata-rata sekitar 784 kg per Ha. Luas areal Kopi Arabika sekitar 16.808 Ha sedangkan kopi Robusta sekitar 15.750 Ha.

Komoditas kopi arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Kabupaten Bandung Barat yang memiliki potensi dan perkembangan yang cukup baik, mengingat nilai ekonomis yang dimiliki. Kopi Arabika asal Jawa Barat terutama yang berasal dari Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Garut dan Sumedang yang ditanam di atas ketinggian tempat 1.000 m dpl, mempunyai kualitas baik dan cita rasanya banyak disukai oleh konsumen, dari dalam maupun luar negeri.

Komoditas kopi arabika di Kabupaten Bandung Barat terdapat di 11 Kecamatan. Pada 2013 Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis mengajukan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI), dan pada tahun 2014 diterbitkan sertifikat IG oleh HKI untuk kopi Arabika asal Priangan Jawa Barat dengan nama Kopi Arabika Java Preanger (KAJP).Kopi Arabika Java Preanger telah mendapatkan Indikasi Geografis (IG) dengan No. ID G 000000022 dari Kementerian Hukum dan Ham, yang secara resmi diumumkan pada tanggal 5 Juni 2013 – 5 September 2013 oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dan diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia kepada Wakil Gubernur Jawa Barat  pada tanggal 22 Oktober 2013.

Perlindungan Hak Indikasi-Geografis tersebut diberikan selama karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi perlindungan atas Indikasi Geografis tersebut masih ada.  Sertifikat Indikasi-Geografis dilampiri dengan buku persyaratan yang tidak terpisahkan dari sertifikat tersebut, dengan demikian segalah hal yang berkaitan dengan Kopi Arabika Java Preanger tertuang dalam buku persyaratan, baik mengenai cara panen, cara pengolahan, produk yang diperjual belikan, mutu produk maupun kode pemasar. Tentunya untuk tetap menjaga karakteristik sesuai yang dipersyaratkan, selayaknya amanat yang tertuang dalam buku tersebut dijalankan dan dipatuhi.

Sebagian besar petani kopi di daerah Bandung Barat menggunakan lahan perhutani dengan sistem sewa. Komoditas kopi arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki potensi dan perkembangan yang cukup baik, hal ini di karenakan komoditas kopi arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan taraf hidup petani di Kabupaten Bandung Barat.

Kopi arabika di Kabupaten Bandung Barat telah terdaftar pada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dengan sektor antara lain: (1) Bandung Highland : Kopi ArabikaJava Preanger Halu Mountain terdiri dari Kecamatan Sindangkerta, Gununghalu, Rongga dan sekitarnya, dan (2) Soenda Maountani : Kopi Arabika Java Preanger Burangrang Mountain terdiri dari Kecamatan Cikalongwetan, Cisarua dan sekitarnya; Kopi Arabika Java Preanger Tangkuban Perahu Mountain terdiri dari Kecamatan Lembang dan Sekitarnya.

Kopi Arabika di Bandung Barat juga telah dipasarkan melalui ekspor  dengan menggunakan eksportir lokal ataupun dengan bantuan pemerintah.  Negara yang sudah melakukan kerjasama antara lain: Hamburg, Jerman, Singapura, RRC, Maroko, Korea Selatan. Sejalan dengan perkembangan budidaya kopi yang cukup signifikan di Kabupaten Bandung Barat, pada tahun 2014 petani pelaku usaha agribisnis kopi di kabupaten Bandung Barat telah memiliki 3 Unit Pengolah Hasil. Pengelola Gapoktan yang berlokasi di Kp. Cibeber Desa Mekarwangi Kec. Sindangkerta Kab. Bandung Barat dengan brand kopi : Halu Maountain Arabica Ciofee Haney, natural, wash, wine coffe di ketuai oleh Bapak H. Asep.

Kegiatan bimbingan teknis dan tinjauan lapang dilaksanakan sebagai bentuk diseminasi teknologi pengembangan kopi kepada petani, serta sebagai upaya melakukan rintisan kerjasama dengan pemerintah daerah.  Rintisan kerjasama bertujuan untuk mendukung pengembangan perkebunan oleh pemerintah daerah menuju peningkatan kesejahteraan petani. (SW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *