Rapat Kerja Lingkup Puslitbang Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun

YOGYAKARTA, PERKEBUNAN – Rapat Kerja lingkup Puslitbang Perkebunan yang dilaksanakan tanggal 1 – 4 Maret 2012 di Yogyakarta, kali ini mengambil tema “Pemantapan dan Penguatan Program Penelitian dan Diseminasi Mendukung Pencapaian Target Sasaran Utama Sub Sektor Perkebunan Kementerian Pertanian”. Tujuan dari raker adalah untuk memantapkan program penelitian dan diseminasi, peningkatan kapasitas SDM dan optimalisasi sarana dan prasarana penelitian mendukung pencapaian target sasaran utama sektor pertanian.

Rapat Kerja Puslitbang Perkebunan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Dr. Ir. Haryono, MSc.), yang dihadiri oleh pejabat struktural, ketua kelti, koordinator program, peneliti senior, kepala kebun percobaan (KP), koordinator laboratorium, dan ketua unit pengelola benih sumber (UPBS) seluruh unit pelaksana teknis (UPT) di lingkup Puslitbang Perkebunan.

Acara Pembukaan Raker juga dihadiri oleh Pejabat lingkup Badan Litbang Pertanian, antara lain Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian (Dr. Ir. Kasdi Subagyono, MSc.), Kepala Balai Besar Veteriner (Dr. Drh. Hardiman, MM.), Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengambangan Pascapanen Pertanian (Dr. Rudi Tedjo Hutomo, MSc.), Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (Dr. Ir. Astu Unadi, M. Eng) dan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso yang secara khusus diundang untuk menghadiri acara ini.

Dalam arahannya saat membuka Rapat kerja, Kepala Badan Litbang (Dr. Haryono) menyatakan pentingnya dukungan manajemen yang lebih inovatif dengan pola pengambilan keputusan berdasarkan data dan informasi yang valid dari hasil kajian sebelumnya. Lebih lanjut Kepala Badan menekankan pentingnya keseimbangan kegiatan penelitian dan pengembangan yang didukung dengan SDM dan sarana/prasarana penelitian yang memadai guna menghasilan inovasi teknologi yang lebih unggul dan kompetitif untuk bisa secara riil mendorong percepatan pembangunan pertanian nasional.

 

Penguatan sistem logistik benih sumber UPBS di UPT Badan Litbang Pertanian sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyampaian teknologi varietas unggul baru pada para penggunanya. Meskipun untuk saat ini pengembangan UPBS masih terfokus pada komoditas tanaman pangan, ke depan kita juga harus memperhatikan pada komoditas perkebunan.
Terlebih bila pemerintah jadi meluncurkan berbagai gerakan nasional (GERNAS) komoditas perkebunan potensial lainnya seperti kelapa sawit, karet, kelapa, tebu, dan lainnya tentu membutuhkan benih dalam jumlah yang sangat besar dan perlu didukung logistik benih sumber yang cukup dari UPBS kita.

Untuk tetap dapat menghasilkan varietas baru dengan keunggulan yang signifikan dibanding varietas yang ada, penguatan penelitian pemuliaan diperlukan, di antaranya dengan pendekatan Genomic Research. Dalam penjelasannya, Kepala Badan menekankan perlunya nilai strategis dari pengembangan Genomic Research untuk mengantisipasi adanya sinyalemen pelandaian keunggulan dari varietas baru yang ada saat ini.

Terkait dengan program pengembangan ekonomi berbasis pertanian di wilayah perbatasan dan wilayah marginal yang umumnya masih terbelakang, diharapkan peran komoditas perkebunan bisa lebih mewarnainya dengan memilih jenis komoditas yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Kepala Badan dalam kesempatan ini juga menginstruksikan agar Puslitbang Perkebunan segera menginisiasi kegiatan tersebut dengan menggelar berbagai teknologi terapan perkebunan yang sesuai di wilayah perbatasan dan sub optimal tersebut.

Selanjutnya Kepala Puslitbang Perkebunan (Dr. M. Syakir, MS.) dalam pembingkaian raker menekankan perlunya monitoring dan evaluasi (Monev) sebelum kegiatan penelitian 2013 diusulkan. Komoditas-komoditas perkebunan yang strategis di dunia, penelitian dan pengembangannya harus ditangani oleh peneliti lingkup Puslitbang Perkebunan.

Oleh sebab itu, ke depan kegiatan yang ditangani oleh Puslit dan yang dilaksanakan oleh UPT/Balit ditata dengan baik. Balit ke arah hulu, Puslit ke diseminasi dan demfarm serta bersinergi dengan BPTP. Seluruh peneliti dan tenaga pendukungnya, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam melaksanakan penelitian dan menghasilkan teknologi yang dapat diadopsi oleh petani.

Setelah pembukaan Raker, Kepala Badan menyaksikan penandatanganan MoU kerjasama “Penelitian Pendampingan Rintisan Pembentukan Klaster Tembakau Bondowoso” antara Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang.

Materi raker didiskusikan dalam tiga sidang kelompok yaitu : (1) peta hasil penelitian 2010-2011, renstra, dan juklak penelitian kompetitif, (2) strategi pengembangan diseminasi dan UPBS), dan (3) sumberdaya manusia. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *