Raker Puslitbangbun: “Pemantapan Pengelolaan Manajemen dan Kegiatan Penelitian Lingkup Puslitbang Perkebunan”

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKREBUNAN – Mengawali tahun 2018, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, melaksanakan rapat kerja lingkup Puslitbang Perkebunan dalam rangka penajaman, sinkronisasi dan harmonisasi program litbang perkebunan tahun 2018 dengan tema ” Pemantapan Pengelolaan Manajemen dan Kegiatan Penelitian Lingkup Puslitbang Perkebunan” di Bogor (10-13 Januari 2018).

Pembukaan raker dihadiri oleh pejabat eselon II antara lain Ka Puslitbang Perkebunan, Ka BB Mektan, Ka BB Pascapanen, Inspektur III Irjentan, Ka Balit lingkup Puslitbang Perkebunan, pejabat struktural eselon III dan IV, Profesor Riset, peneliti, PPK, dan Kepala Kebun Percobaan lingkup Puslitbang Perkebunan.

Dalam sambutannya, Kepala Balitbangtan yang diwakili oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. M. Prama Yufdy, menyampaikan beberapa hal yang akan dicapai pada Raker Puslitbang Perkebunan kali ini antara lain memantapkan pengelolaan administrasi dan keuangan, memantapkan pengelolaan kegiatan penelitian dan pengembangan terkait dengan indeks kinerja utama (IKU) dan perjanjian kinerja (PK), memantapan pengelolaan kepegawaian di lingkup Puslitbang Perkebunan. Balitbangtan sudah menganggarkan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan oleh SDM Balitbangtan. Selama ini pelatihan diperuntukan bagi fungsional, tahun ini dianggarkan pelatihan-pelatihan bagi calon-calon pengelola administrasi. Lebih lanjut Pak Sesba menghimbau untuk memantapkan pengelolaan aset di lingkup Puslitbang Perkebunan dan pengelolaan informasi, database, dan media sosial.  Pada setiap akhir program, kita perlu megevaluasi kembali RENSTRA yang telah ditetapkan, sudah sejauh mana pencapaian program penelitian dan pengembangan serta kegiatan adminsitrasi yang dilakukan.

Kabadan berharap, melalui Raker ini dapat disusun perencanaan yang matang melalui penetapan sasaran yang jelas, terukur, dan  realistik untuk dapat dicapai secara cepat dan pengembangan metode palaksanaan yang operasional. Hasil penelitian yang baik adalah yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna.

Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. Fadry Djufry dalam  arahannya menyampaikan:

  1. Dalam rangka pencapaian tujuan program litbang perkebunan tahun 2018, maka diperlukan penajaman dan sinkronisasi  antar UPT lingkup Puslitbang Perkebunan.
  2. Dalam rangka mendukung tahun benih 2018, Puslitbang Perkebunan mendapatkan amanah untuk memproduksi sekaligus melakukan pendampingan produksi beberapa komoditas benih perkebunan yang berinovasi untuk dibagikan kepada masyarakat bekerjasama dengan Direktorat Teknis
  3. Kementan tidak hanya fokus pada keberhasilan swasembada pangan, namun sudah saatnya juga fokus pada komoditas perkebunan mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta mengembalikan kejayaan rempah Indonesia
  4. Di tahun 2017, Pislitbang Perkebunan telah berhasil menorehkan capaian yang luar biasa, bahkan melebihi target IKU yang ditetapkan, salah satunya Puslitbang Perkebunan berhasil melepas empat VUB tebu baru dengan provitas dua kali lipat dari varietas tebu yang sudah ada.
  5. Inovasi teknologi baru Puslitbang Perkebunan yang telah dicapai harus terus-menerus diviralkan melalui berbagai media untuk percepatan dan penderasan hilirisasi dan adopsi kepada pengguna
  6. Puslitbang Perkebunan bahkan mempunyai target akan melepas sedikitnya satu VUB komoditas perkebunan khususnya VUB tebu setiap tahunnya, oleh karena itu diperlukan sinergitas antar peneliti lintas UK lintas UPT
  7. Terkait dengan blok program pembangunan kawasan pertanian modern, Puslitbang Perkebunan harus berkontribusi penuh baik dari sisi inovasi teknologi juga sumber daya peneliti yang terkait

Sementara dari Inspektorat Jenderal Kementan dalam paparannya yang dalam hal ini disampaikan oleh Inspektur III,  rambu-rambu yang perlu diperhatikan terkait dengan pengelolaan dan realisasi anggaran perbenihan 2018. Titik kritis rambu-rambu tersebut adalah: 1) penetapan lokasi/lahan; 2) ketersediaan benih/bibit sumber; 3) penugasan Kabalitbangtan kepada Kapus/BPTP sebagai uraian dari Surat Tugas Mentan No 103/KP.410/M/8/2017; 4) adopsi benih hasil inovasi; 5) calon penerima benih hasil perbanyakan; dan 6) akuntansi benih/bibit hasil perbanyakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *