Puslitbangbun Siapkan Benih Unggul Kabupaten Cianjur

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Kinerja pembangunan pertanian dalam kurun waktu tahun 2014-2016 telah mampu mendongkrak perekonomian nasional. Pada kurun waktu ini, sektor pertanian masih dominan dalam penciptaan nilai tambah dalam perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian atas dasar harga berlaku 2014 sebesar Rp 1.410 triliun, 2015 naik menjadi Rp 1.556 triliun dan 2016 menjadi Rp 1.669 triliun. Rerata kontribusi sektor pertanian tiga tahun terakhir 13,4 persen dan pertumbuhan 3,75 persen per tahun. Namun, capaian tersebut tidak membuat pergerakkan untuk menggejot kotribusi sektor perkebunan melambat, bahkan sebaliknya akan semakin cepat dengan menempuh berbagai strategi baik teknis dan non teknis.

Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas komoditas yang dihasilkan dengan dukungan kinerja kelembagaan hulu dan hilir yang baik. Secara umum petani masih sangat membutuhkan support dan bimbingan intensif dari pemerintah dalam proses usahataninya terutama terkait penguatan sistem budidaya (penguasaan teknologi) dan akses terhadap pasar yang erat kaitanya dengan nilai tambah.

Menyikapi hal tersebut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) berperan aktif dalam mempeluas diseminasi teknologi ke berbagai pihak terutama pemerintah daerah melalui upaya menjalin kerja sama (MoU) terhadap pengembangan komoditas perkebunan. Kerja sama di fokuskan pada penguatan kapasitas teknis petani dan kelembagaan melalui kegiatan bimbingan teknis dan aktivitas penelitian terhadap komoditas strategis dan potensial wilayah.

Pada 29 Maret 2018 telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pertanian dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan di Kantor Pusat Cimanggu Bogor. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kab. Cianjur dan Kepala Puslitbangbun yang di wakili oleh Ir. Syafaruddin, PhD (Kepala Balittri).

Dalam diskusi setelah penandatanganan MoU, Kepala Dinas Mamad Nano, SP., MP dan Kepala Bidang Produksi Tanaman Perkebunan Ali, S.Hut.T. M.AP menyatakan bahwa kerja sama dengan Puslitbangbun memiliki arti penting bagi Pemda Cianjur saat ini dan dimasa mendatang. Hal ini ditegaskan, bahwa dari total lahan perkebunan yaitu 52.000 hektar 50 persen lebih (23.000 hektar) dimiliki oleh rakyat. Dari 127 jenis tanaman prkebunan, teh mendominasi dari luasan tersebut dan dalam catatan statistik Kabupaten Cianjur dijadikan sebagai centra teh Nasional.

Berdasarkan catatan Dinas, hampir 60 persen dari 6 komoditas utama yaitu teh, kopi, karet, kelapa dan cengkeh sudah berumur tua dan rusak yang perlu dilakukan peremajaan demikian halnya dengan tanaman kelapa dalam di sepanjang pesisir yang membentang sejauh 75 kilo meter persegi. Pada perkembangan lain, Kabupaten Cianjur telah ditetapkan sebagai blok penghasil tinggi (BPT) khususnya untuk tanaman cengkeh dan aren. Namun secara umum masih kekurangan bibit berkualitas tinggi yang bersertifikat yang didatangkan dari wilayah lain dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini merupakan permasalahan lain yang dialami Kabupaten Cianjur. Petani dan Pemda setempat sangat berharap dari bantuan pemerintah pusat dalam upaya peremajaan tanaman dan memperoleh bibit yang berkualitas tinggi.

Permasalahan lain yang dihadapi Kabupaten Cianjur saat ini adalah terkait masih terbatasnya ketersediaan benih unggul bersertifikat, masih rendahnya kapasitas petani dalam pengelolaan komoditas secara baik dan benar, masih minimnya penguasaan atau adopsi teknologi dan permasalahan masih belum kuatnya aspek hulu dan hilir terutama terkait pendapatan (harga) dan pengelolaan pasca panen komoditas yang dihasilkan.

Melihat kondisi tersebut, Ir. Syafaruddin, PhD, berharap MoU yang dibangun harus segera di tindaklanjuti dengan langkah nyata sesuai dengan kebutuhan dan bentuk MoU yang telah tertuang dalam naskah. Balittri siap menjawab permasalahan tersebut terutama dalam mensuplai kebutuhan benih terutama kopi, kakao dan karet yang menjadi kebutuhan Pemda Cianjur saat ini termasuk bimbingan teknis. Tidak hanya terbatas pada komoditas penyegar dan industri, Syafaruddin juga membuka peluang akses tehadap Balai Penelitian yang lain yaitu Balit Palma, Balittro dan Balittas dalam upaya mengembangkan komoditas perkebunan berdaya saing tinggi yang akan mendorong kesejahteraan petani. (sae/29/03/2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *