Puslitbangbun Menerima Kunjungan dari ICC dan Melanesian SpearHead Group (MSG)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Rabu, 28 November 2018, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun( menerima kunjungan dari organisasi Melanesian SpearHead Group dan International Coconut Community (ICC). Mewakili Melanesian SpearHead Secretariat, hadir Ambasador Amena Yauvoli selaku Director General MSG, Mr. Romulo Nayacalevu, Programme manager Legal and Governance MSG, Mr Uron Salum selaku executive directur ICC, Ms. Miridula Kottekate selaku Assistant Director ICC dan Mr. Alit Firmansah, Market Development Officer, ICC.

Kunjungan disambut baik oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan yang diwakili oleh Dr.Ir. Rustan Massinai, MS.i selaku Kabid PE dan Kepala Bidang KSPHP yang diwakili oleh Kasub PHP Sudarsono, SE serta tim KSPHP Puslitbang Perkebunan. Profil Puslitbangbun serta hasil-hasil penelitian dan inovasi yang telah dicapai oleh Puslitbangbun bersama dengan Balai lingkup di bawahnya. (Balittri, Balittro, Balittas dan Balitpalma) disampaikan oleh Prof. Dr. Ika Mariska.

MSG merupakan organisasi Internasional yang beranggotakan beberapa negara yaitu Fiji, Front de Liberation Nationale Kanak et Socialiste (FLNKS) Kaledonia Baru, Papua Nugini, Solomon Islands, dan Vanuatu, memiliki visi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi antara negara-negara Melanesia. Visi tersebut dicapai, salah satunya dengan cara mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam pada masing-masing negara anggota dengan penelitian dan Inovasi Teknologi. Sedangkan Internasional Coconut Community (ICC) adalah organisasi antar pemerintah negara-negara penghasil kelapa yang didirikan pada tahun 1969 di bawah naungan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UN-ESCAP). ICC memiliki tujuan untuk Mempromosikan, mengkoordinasi dan menyelaraskan semua kegiatan industri kelapa yang menopang kehidupan jutaan petani kecil serta semua pihak yang terlibat dalam produksi, pengolahan dan pemasaran produk kelapa.

Para tamu juga diajak berkeliling mengunjungi ruangan yang terdapat di kantor Puslitbangbun, salah satunya ruang kelompok peneliti, Unit Pengelola Benih Unggul Pertanian (UPBUP), Badan Litbang Kementan yang mengerjakan perbanyakan benih melalui tehnik kultur jaringan.

“Selaras dengan tujuan dan visi dari MSG untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi antara negara-negara Melanesia dengan cara mengembangkan potensi-potensi sumber daya alam pada masing-masing negara anggota dengan penelitian dan Inovasi Teknologi, kunjungan ke Puslitbangbun sangat membantu kami mempelajari inovasi dari Varietas Unggul Baru (VUB) yang dapat dikembangkan di negara kami”, ujar Mr. Amena

“Kami sangat mengapresiasi sambutan dari Puslitbangbun dan informasi hasil-hasil teknologi terkini dalam hal perbanyakan tanaman secara non-konvensional, budidaya dan pasca panen dari berbagai komoditas termasuk tebu, kelapa, dan kakao yang boleh dibagi pada saat kunjungan ini. Kerjasama antara Vanuatu dan Indonesia melalui koordinasi ICC diharapkan dapat membuka kesempatan bagi peneliti-peneliti muda kami untuk datang belajar tentang berbagai aspek terkait inovasi teknologi di bidang perkebunan” Tambahnya. (Anjas & Erri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *