Puslitbangbun Jalin Kerja Sama Dengan FAPERTA UIR Untuk Hadapi Era Industri Pertanian 4.0

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Upaya pemerintah dalam memacu kejayaan petanian Indonesia saat ini dan dimasa mendatang mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak terutama dalam mencapai swasembada dan target menjadi lumbung pangan dunia 2045. Berbagai elemen menggaungkan pertanian modern berbasis teknologi yaitu smart farming.

Smart Farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi. Teknologi yang digunakan dalam Smart Farming 4.0 di antaranya Agri Drone Sprayer (Drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), Drone Surveillance (Drone untuk pemetaan lahan) serta Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca).

Penerapan metode Smart Farming 4.0 bukan sekedar tentang penerapan teknologi. Namun, kunci utama Smart Farming 4.0 adalah tentang data yang terukur. Apa saja yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai hasil produksi yang optimal? Apa yang harus dilakukan petani? Semua pertanyaan ini bisa dijawab dengan penerapan metode Smart Farming 4.0.

Demikian tema dan pembahasan pada seminar nasional “Technology Innovation of Smart Farming for Millenial Generation 4.0 Industrial Revolution Era”, yang digelar oleh Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) pada 26 Oktober 2019 di Pekanbaru. Pada kesempatan tersebut peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Syakir, MS menjadi salah satu keynote speaker bertepatan dengan hari ulang tahun Fakultas Pertanian ke 42.

Pada kesempatan sebelumnya, Fakultas Pertanian telah melakukan komunikasi dan rintisan kerja sama dengan Puslitbang Perkebunan, dan bertepatan dengan seminar nasional tersebut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ujang Paman Ismail dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan yang di wakili oleh Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr. Saefudin, SP., M.Si disaksikan oleh Rektor UIR, Kepala BAPPEDA Riau dan 200 peserta seminar dari berbagai perguruan tinggi regional Sumatera.

Selepas penandatanganan PKS, Ujang Paman berharap, sinergisitas dalam hal penelitian antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan segera terwujud dalam waktu dekat tepatnya pada tahun 2020. Saat ini Fakultas Pertanian UIR genap 42 tahun usianya dan memiliki berbagai kegiatan riset terutama terkait komoditas perkebunan potensial di Riau (sawit, karet,kelapa, kopi liberika, pinang dan aren).

Kerja sama lain yang akan dikembangkan kedepan adalah Penelitian dan pengembangan bidang perkebunan, Pendampingan dan penerapan hasil inovasi teknologi perkebunan, Pelatihan dan pembimbingan mahasiswa (PKL, Skripsi, Tesis dan Disertasi), Diseminasi inovasi teknologi perkebunan, dan Pemberdayaan masyarakat di bidang perkebunan.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Fakultas Pertanian UIR dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan merupakan wujud dan tanggungjawab bersama dalam upaya pengembangan teknologi perkebunan terutama dalam rangka meningkatkan capaian produksi komoditas perkebunan dan kesejahteraan petani. (Sae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *