Puslitbangbun Ikut Aktif Memberikan Sumbangsaran Mengatasi Permasalahan Kelapa Sawit Indonesia

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Petani kelapa sawit di Indonesia sedang menghadapi permasalahan oversupply antara produksi dan pasar yang menyerap. Terkait hal tersebut, Puslitbangbun ikut aktif dalam acara workshop dengan tema Pemanfaatan Minyak Sawit untuk Green Fuel dalam Meningkatkan Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Rakyat yang diadakan oleh BPPT, di Jakarta (16/07).

Kepala BPPT Hammam Riza dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memberikan rekomendasi kepada tim penyusun kebijakan dalam menyelesaikan permasalahan dibidang kelapa sawit dari sektor hulu hingga hilir serta menyebarluaskan informasi inovasi-inovasi di bidang teknologi pemanfaatan minyak sawit untuk Green Fuel yang telah dihasilkan oleh lembaga-lembaga riset, Universitas dan Perusahaan Swasta seperti BPPT, Badan Litbang Kementerian Pertanian, ITB, Pertamina, dan PLN.

Dikesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menginstruksikan agar para pakar yang hadir dapat serius mencari solusi atas permasalahan tersebut karena usaha kelapa sawit memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Indonesia, diantaranya serapan tenaga kerja dan penghasil devisa negara. CPO dapat diolah menjadi bahan bakar nabati sehingga di masa yang akan datang bangsa Indonesia akan mecapai ketahanan energi dari sumberdaya alam terbarukan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan bahwa penggunaan biodiesel dapat menghemat devisa negara hingga 1,89 Milliar USD di tahun 2018. Angka tersebut akan terus ditingkatkan di tahun 2019 sebesar 3,12 Milliar USD dan 4,83 Milliar USD di tahun 2020.

Ika Mariska selaku perwakilan dari Balitbangtan memberikan tanggapan bahwa Badan Litbang Pertanian melalui Puslitbangbun siap mendukung program kerja pemerintah dengan paket teknologi inovasi komoditas kelapa sawit mulai dari sektor budidaya terkait peremajaan sawit rakyat, pendampingan kebun rakyat agar memperoleh sertifikat ISPO, dan penanganan pasca panen yang tepat sesuai dengan tujuan usaha. Terkait benih unggul kelapa sawit, Puslitbangbun telah menghasilkan teknologi mikropopagasi kelapa sawit. Teknologi ini tidak kalah saing dengan protokol yang dibeli oleh perusahaan swasta dari laboratorium kultur jaringan di luar negeri seperti CIRAD, Perancis. (Farida dan Ika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *