Puslitbangbun Dukung Percepatan Penanganan Covid-19

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Berdasarkan arahan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Fadjry Djufry dengan para Kepala Unit Kerja/Unit Pelaksana Teknis (UK/UPT) hari Rabu tanggal 6 Mei 2020, Balitbangtan mengalami pemotongan anggaran tahun 2020. Keputusan ini merupakan hasil rapat kerja Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI melalui video conference di AWR Kementan pada Senin (4/5/20). Adapun simulasi pemotongan anggaran telah disiapkan oleh Bagian Perencana Sekretariat Balitbangtan. Untuk itu agar kepala UK/UPT menyampaikan langsung kepada para penanggung jawab kegiatan di lingkup masing-masing, ujar Kabadan.

Menindaklanjuti arahan Kepala Balitbangtan tersebut, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) Ir. Syafaruddin, Ph.D., mengadakan pertemuan melalui vicon dengan para Kepala Balai (Balittro, Balittas, Balit Palma, dan Balittri), para pejabat Struktural Eselon IV, Koordinator/Penanggung Jawab Kegiatan lingkup Puslitbangbun melalui video conference, Rabu (6/5/20).

Dalam sambutannya, Kapus mengatakan bahwa vicon kali ini sebenarnya tidak menarik topiknya, namun kenyataannya harus saya sampaikan, ujar Kapus. Kenapa semua Penjab saya undang pada vicon kali ini, agar dapat mendengarkan langsung, biar tidak salah persepsi dari para Kepala Balai-nya. Sesuai arahan Kepala Balitbangtan tadi bahwa ada pemotongan anggaran berdasarkan simulasi dari Balitbangtan. Anggaran kegiatan penelitian termasuk kedalam komponen yang dipotong, sehingga kegiatan penelitian tahun ini sudah tidak ada lagi, ujar Kapus. Untuk laporan kegiatannya nanti hanya sampai bulan April/Mei 2020. Hal ini tidak masalah karena adanya “force majure”, imbuh Kapus.

Tentang SKP sesuai arahan Kabadan juga agar disesuaikan, sisanya dapat melalukan kegiatan studi pustaka, membuat artikel untuk Jurnal. Inilah kenyataan yang harus kita terima oleh para Penjab kegiatan penelitian, harap Kapus. Dari semua anggaran di Puslitbangbun tidak ada yang tersisa, malah minus, ungkap Kapus. Ini situasi yang sangat memprihatinkan yang harus kita hadapi bersama, ujarnya.

Dalam pemotongan anggaran ini yang diutamakan sesuai arahan Kabadan adalah Manajemen Operasional Pimpinan dan para Struktural yang harus tetap ada. Hal ini diperlukan, Insya Allah jika pandemi Covid-19 ini berakhir pada bulan Juni/Juli, tentu diperlukan anggaran bagi para pejabat struktural dalam melakukan koordinasi dengan pimpinan di Pusat. Karena itulah para Penjab Kegiatan diundang dalam vicon ini agar dapat mendengarkan langsung, sehingga nanti kebijakan dari masing-masing Balai dengan melihat dari masing-masing kegiatan penelitian sudah harus mempertimbangkan kira-kira kegiatan apa saja yang harus dipotong, judul mana saja yang harus terpotong, ujar Kapus.

Selanjutnya Kapus menginstruksikan agar di internal Balit mengevaluasi lagi, bisa jadi ada suatu kegiatan yang mungkin belum terecord pada aplikasi SPAN. Sehingga yang disimulasikan oleh Bagian Perencana Balitbangtan belum masuk. Misalnya ada kegiatan yang sudah di SPJ-kan, tetapi belum masuk atau belum tercatat di SPAN. Hal ini agar disikapi, dikoordinasikan bersama di setiap Balit, ujar Kapus. Kemungkinan semua kegiatan penelitian bisa jadi terpotong, karena kenyataannya seperti ini. Penting bagi masing-masing Balai untuk melihat lagi, tambah Kapus.

Melengkapi arahan Kepala Puslitbangbun, Kepala Bidang Program dan Evaluasi (Kabid PE) Dr. Rustan Massinai mengatakan sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Bapak Kapus tadi bahwa adanya pemotongan anggaran di lingkup Balitbangtan pada jilid 1 kemudian dilanjutkan dengan pemotongan jilid 2 pasca RDP Kementan dengan DPR tanggal 4 Mei yang lalu.

Lingkup Puslitbangbun dengan Balit-Balit menargetkan pemotongan pada 6 kategori yakni : (1) Kegiatan Penelitian, (2) Kegiatan Perbenihan, (3) Kegiatan Diseminasi, (4) Kegiatan Dukungan Manajemen, (5) Kegiatan Kerjasama, dan (6) Kegiatan Belanja Modal (RM), urai Kabid PE. Keenam kategori inilah yang menjadi target sumber pemotongan anggaran nantinya di Puslit dan Balit lingkup Puslitbangbun sesuai arahan Kabadan.

Untuk itu masing-masing Balit agar menyampaikan data, berapa yang sudah di SPJ-kan, berapa yang di SPAN. Data-data tersebut diperlukan untuk disampaikan pada pertemuan melalui vicon dengan Kepala Bagian Perencana Balitbangtan pukul 15 nanti, imbuhnya. Adanya pemotongan anggaran ini terutama pada kegiatan penelitian tentu tidak sama dengan target outputnya, sehingga akan dilakukan revisi Perjanjian Kinerja (PK) nantinya, karena tidak mungkin tercapai dengan anggaran yang ada sekarang.

Di akhir penyampaiannya, Kabid PE mengatakan seperti itulah kondisi yang dihadapi Balitbangtan sekarang ini, dalam sejarahnya baru kali ini terjadi, ujarnya. Jadi mari kita lihat lagi kondisi kedepannya seperti apa, mudah-mudahan kita semua keluarga Puslitbangbun dalam keadaan sehat walafiat, kita manfaatkan anggaran yang tersisa, harapnya. (Bur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *