Puslitbangbun Berperan Aktif pada Kegiatan Integrated Corporation of Agricultural Research, Development and Empowerment (I-CARE)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan kembali menggelar rapat koordinasi terkait tindak lanjut pembahasan proposal proyek World Bank dengan judul kegiatan Integrated Corporation of Agricultural Research, Development and Empowerment (I-CARE) atau Korporasi Penelitian, Pengembangan dan Pemberdayaan Pertanian Terpadu (KP4T). Kegiatan ini diusulkan oleh Kementerian Pertanian dengan instansi pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Badan Pengembangan Penyuluhan dan Sumber Daya Pertanian.

Sesuai arahan Menteri Pertanian, agar kegiatan ini dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga mampu memberikan capaian dan harapan yang targetkan. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Sekretaris Balitbangtan Dr. Ir. Hardiyanto, M.Sc saat memberikan arahan rapat di Puslitbang Hortikultura 19 Februari 2020. Hardiyanto mengingatkan, bahwa kegiatan yang mendapat support anggaran World Bank (Loan) dengan jangka waktu lima tahun tersebut harus sinergi sekaligus mendukung program yang telah dicanangkan Menteri Pertanian.

Hardiyanto menyampaikan, bahwa ruang lingkup kegiatan meliputi: (1) Pengembangan model kelembagaan pertanian korporasi berbasis potensi pertanian kawasan, dan (2) Pengembangan pertanian cerdas dan modern yang ramah iklim dan lingkungan, serta mendukung efisiensi pertanian. Selain itu lokasi pelaksanaan disyaratkan berbasis kawasan pertanian sesuai dengan Permentan Nomor 18/2028, meliputi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung dan Nusa Tenggara Barat sebagai kawasan utama. Selain kawasan utama juga terdapat kawasan andalan yaitu Kalimantan Timur dan Kawasan Pengembangan yaitu Sulawesi Tenggara.

Pada kesempatan tersebut ketua tim kegiatan Ir. Agus Muharam, M.Sc menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut harus menghasilkan outcomes yang riil yaitu berupa: (1) Peningkatan jumlah kelompok petani yang beralih menjadi korporasi usaha tertentu, (2) Perbaikan kualitas dan produk pertanian dengan indikator jumlah produk pertanian yang memiliki sertifikat dan label, (3) Peningkatan daya saing produk pertanian dengan indikator jumlah negara pengimport dan volume ekspor produk pertanian, (4) Peningkatan adopsi teknologi dalam sebuah kawasan dengan indikator jumlah petani pemanfaatan teknologi, dan (5) Teradopsinya inovasi teknologi Balitbangtan dalam satu kawasan (jumlah).

Rapat koordinasi dihadiri oleh Kepala Bidang KSPHP dan Kepala Bidang PE dari Unit Kerja (UK) terkait yaitu Puslitbangbun, Puslitbangnak, Puslitbanghorti, Puslitbangtan, BBSDLP, BB Padi, BBP2TP dan BB Mekanisasi Pertanian bertujuan menyatukan persepsi terutama terkait operasional kegiatan dan pengelolaan anggaran.

Dalam kesempatan rapat tersebut, Puslitbangbun yang diwakili oleh Kapala Bidang Program dan Evaluasi (PE) sekaligus Plt Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc., yang didampingi Kepala Sub Bidang Kerja Sama Dr. Saefudin, SP., M.Si., menyampaikan beberapa usulan terkait lokasi komoditas dibeberapa provinsi dan pengalokasian anggaran yang proporsional dalam mendukung dan mensukseskan kegiatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *