Puslitbangbun Berbenah Menyambut Pengelolaan Perpustakaan Era Industri 4.0

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Perpustakaan Puslitbang Perkebunan yang tentunya dibawah pembinaan Pusat  Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian harus siap dalam menghadapi Era Industri 4.0, di era revolusi industri ini dicirikan dengan industri berbasis digital, ilmu komputer, Internet of Things (IOT), dan analisa big data. Pustakawan mau tidak mau harus mengembangkan soft skills, dengan menggunakan teknologi informasi. Perpustakaan harus mampu menyediakan informasi IPTEK pertanian dengan sistem berbasis digital dan memanfaatkan teknologi big data. Perlu adanya perubahan dalam penyebaran informasi dan diseminasi, yang berspektrum luas serta mudah diakses oleh pengguna secara online. Selain itu juga diperlukan penguatan sistem jejaring kolaborasi antar pelaku diseminasi dan kerjasama antar lembaga di tingkat nasional maupun internasional.

Pustakawan di perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian memiliki kekhususan/keunikan dalam mengelola perpustakaan, termasuk jenis koleksi dan karakteristik pemustaka yang dilayani. Tidak jarang pustakawan juga bekerja sebagai one person library atau pustakawan multitasking dalam mengelola perpustakaan. Sebagai salah satu langkah meningkatkan kompetensi pustakawan dan kinerja pengelolaan perpustakaan di lingkup Kementerian Pertanian.

Arahan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, yang diwakili oleh Kepala Pusat Perpustakaan Penyebaran Teknologi Pertanian menyampaikan bahwa saat ini semakin tingginya tuntutan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara (ASN) khususnya para pustakawan atau petugas perpustakaan tentunya harus diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan perpustakaan. Perubahan-perubahan yang terus terjadi saat ini di era industri 4.0 tentunya harus disikapi oleh para pustakawan dan perpustakaan. Pengembangan diri melalui self leadership skill akan mampu mendapatkan SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dibidangnya. Untuk itu Temu Teknis Pengelola Perpustakaan Lingkup Kementerian Pertanian kali ini bertema “Revitalisasi Pustakawan dalam Pengelolaan Perpustakaan Pertanian di Era Industri 4.0”. Tema ini sejalan dengan tema Musrenbangtan Kementerian Pertanian, yaitu “Mewujudkan Sektor Pertanian Nasional yang Berdaya Saing Melalui Peningkatan SDM Pertanian Berkualitas dan Pembangunan Infrastruktur Pertanian”.

Peran pustakawan atau petugas perpustakaan di lingkup Kementerian Pertanian sangat penting dalam mendukung pencapaian tugas pokok dan fungsi di masing-masing lembaga. Perubahan skema penilaian pegawai yang kini berbasis kinerja tentunya dibutuhkan kompetensi dan keterampilan yang memadai. Pustakawan atau petugas perpustakaan tentunya harus mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan perpustakaan. Mereka harus terus belajar dan meningkatkan potensi diri baik melalui praktek magang, pelatihan, maupun pendidikan formal. Di era informasi ini, sebenarnya kita sedang menuju pada perubahan era edukasi bila kita memaknai informasi ini dengan baik dan produktif, maka akan menghasilkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan perpustakaan. “Ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah. Andaikan kita memiliki ilmu yang banyak ini, bagaikan pohon yang rindang besar tetapi tidak ada buahnya. Tentu kalau kita sadar eksistensi kita, berbanyak-banyaklah dan bercepat-cepatlah untuk mengamalkan ilmu walaupun sedikit yang ada pada diri kita.

Terlebih lagi era millenial-disruption menuntut respon yang cepat dan tepat terhadap setiap perubahan, termasuk di dalamnya produk IT era revolusi industri 4.0 berupa gadget. Para Pustakawan/petugas perpustakaan harus secara mandiri untuk terus meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilannya. Tidak lagi menggantungkan atau menunggu adanya tawaran untuk mengikuti pendidikan formal. Karena keterbatasan anggaran dan kompetisi serta seleksi yang ketat dalam mendapatkan beasiswa baik dari internal Kementerian Pertanian maupun pihak luar. Seiiring dengan hal tersebut maka perpustakaan akan dapat dirasakan sebagai sumber dan akses informasi yang berkualitas jika dikelola oleh pustakawan yang profesional dengan didukung perangkat TIK yang memadai. Pustakawan perlu melakukan transformasi fungsi seiring tuntutan TIK dalam layanan perpustakaan.

Untuk memberikan layanan yang prima, Pustakawan harus membangun citra positif profesinya dan tentunya tidak hanya memberikan kinerja terbaik tetapi harus excellent, kerja cepat, fokus, dan berorientasi pada hasil. Pelayanan dilakukan dengan ikhlas agar menjadi berkah dan menjadi ladang pahala bagi pustakawan. Pustakawan dituntut untuk menyusun program perpustakaan yang inovatif dalam rangka meningkatkan citra UK/UPT. Tidak jarang pustakawan juga bekerja sebagai one person library atau pustakawan multitasking dalam mengelola perpustakaan. Oleh karena itu PUSTAKA sebagai instansi pembina pustakawan lingkup Kementerian Pertanian terus berupaya dalam peningkatan kompetensi dan profesionalisme pustakawan agar mampu berkompetisi, berdaya saing, dan memberikan kinerja yang optimal. Multitasking yang dapat dilakukan oleh pustakawan  adalah dengan melakukan pekerjaan rutin mereka tetapi tetap menyempatkan diri untuk menanggapi pemustaka di dunia maya. Hal ini dilakukan untuk mengikuti ritme pemustaka. Pustakawan multitasking dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk memajukan layanan karena  bekerja secara  cepat dan efisien. Pustakawan multitasking juga harus selalu meningkatkan kompetensinya agar: (1) Menguasai teknologi informasi; (2) Memiliki kemampuan literasi informasi dan mampu menularkannya kepada pemustaka; (3) Mempunyai keahlian dalam manajemen keuangan; dan (4) Mampu menggunakan sosial media untuk menciptakan komunikasi dua arah antara pemustaka dengan pustakawan di dunia.

Temu Teknis bertujuan untuk menyediakan media pembelajaran berupa materi-materi yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaan untuk pustakawan dan pengelola perpustakaan. Tujuan lainnya yaitu mengenalkan aplikasi INLISLite untuk pengelolaan perpustakaan digital sehingga dapat mendayagunakan secara optimal koleksi perpustakaan di lingkup Kementerian Pertanian agar mudah diakses dalam rangka meningkatkan kemampuan penyediaan informasi oleh para pustakawan kepada penggunanya, baik peneliti, penyuluh, pejabat dan masyarakat umum. Temu Teknis Pengelola Perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian diselenggarakan di Hotel JW Marriott Surabaya  pada tanggal 18-21  Juni 2019. Dengan jumlah peserta berjumlah 100 orang mencakup pustakawan dan/atau tenaga teknis perpustakaan/pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian. Narasumber berasal dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian,  Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), CNN Indonesia  dan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Materi yang didapat pada saat temu teknis diantaranya: (1) Membangun karakter pustakawan pertanian yang mandiri, kreatif dan inovatif menghadapi tantangan di era industri 4.0, yang disampaikan oleh Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.Es, Ph.D. Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya periode 2014-2019; (2) Peran strategis perpustakaan digital pertanian dalam menyebarkan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, disampaikan oleh Ida Fajar Priyanto, Ph.D. selaku Dosen Sekolah Pascasarjana UGM; (3) Pemanfaatan IOT, AI dan Big Data dalam sistem pengelolaan perpustakaan dan pengetahuan pertanian digital, disampaikan oleh Yogi Hartono selaku Manajer Library and Archives Media CNN Indonesia; (4) Pengelolaan perpustakaan digital menggunakan aplikasi INLISLite, disampaikan oleh Kepala Bidang Kerjasama Perpustakaan dan Otomasi Perpustakaan Nasional RI; (5) Praktek INLISLite, disampaikan noleh Perpustakaan Nasional; (6) Pengelolaan dan pemetaan jabatan fungsional pustakawan lingkup Kementerian Pertanian serta diskusi, disampaikan oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian yang diw3akili oleh Ibu Nurwahida; (7) Kunjungan ke Pusat Veteriner Farma; (8) Kunjungan Ilmiah ke UPT Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya; (9) Kunjungan Ilmiah ke Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) dan KRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *