Vaksinasi Massal Kota Bogor

Puslitbang Perkebunan Turut Sukseskan Vaksinasi Massal Kota Bogor

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Sudah satu tahun lebih berlalu sejak Covid-19 pertama kali terdeteksi di Indonesia. Beragam upaya pun dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus yang telah menyerang lebih dari 124 juta jiwa di seluruh dunia ini, salah satunya melalui vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap virus Corona.

Pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduk Indonesia dalam kurun waktu 15 bulan. Untuk menyukseskan program ini, seluruh pegawai Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) mengikuti vaksinasi massal yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Senin, 22 Maret 2021.

Sekitar 100 pegawai yang terdiri dari PNS, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), dan Tenaga Harian Lepas (THL) mendapatkan suntikan vaksin di Puri Begawan. Vaksinasi dibagi menjadi tiga gelombang untuk mencegah kerumunan. Sesampainya di sana, peserta perlu melalui tiga meja terlebih dahulu untuk melakukan pendaftaran, pengecekan data, serta pengukuran tekanan darah dan skrining kesehatan singkat. Barulah di meja keempat, peserta divaksin dan diminta menunggu sekitar 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping yang muncul atau tidak.

Rasa sakit di bagian tubuh tempat vaksin disuntikkan adalah efek samping ringan yang umum terjadi. Begitu pula dengan pembengkakan, demam ringan, panas dingin, sakit kepala, dan kelelahan. Apabila terasa mengganggu, peserta bisa melapor ke panitia. Namun apabila gejala yang dirasakan tergolong ringan atau tidak muncul sama sekali, peserta dipersilakan pulang setelah menunggu 30 menit. Tidak lupa, peserta diberi kartu yang perlu dibawa kembali di vaksinasi kedua pada 19 April 2021 nanti. Vaksinasi diharapkan dapat mempercepat herd immunity sehingga bisa menekan laju penularan Covid-19 di Indonesia tercinta. Namun perlu diingat, meski telah divaksin, bukan berarti peserta bisa terbebas 100% dari virus ini sehingga 3M tetap perlu ditegakkan.

(Herwindo & Nurul/ Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *