Puslitbang Perkebunan Menyelenggarakan Workshop dan Sosialisasi Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu

Aktifitas Puslitbangbun

Keberhasilan pengembangan tebu lahan kering di Indonesia sebagai salah satu komoditas unggulan pertanian sub sektor perkebunan menunjukkan bahwa industri gula mempunyai prospek yang baik.  Kebutuhan gula Indonesia diperkirakan mencapai 4 juta ton setiap tahun dengan asumsi jumlah penduduk sekitar 200 juta orang dengan konsumsi gula 20 kg /orang/tahun. Kebutuhan gula sebanyak itu saat ini dapat dipenuhi oleh 20 pabrik gula di mana masing-masing pabrik mengelola perkebunan tebu 10.000 ha dengan kapasitas produksi minimum 2 ton gula kristal per hektar.

Sebenarnya kapasitas produksi gula kristal lebih dari itu, sehingga sisanya dapat diekspor. Namun, kenyataannya impor gula beberapa tahun terakhir terus meningkat sehingga memprihatinkan banyak pihak. Agar dapat mendiskusikan dan mensosialisasikan penerapan inovasi teknologi perkebunan tanaman tebu terpadu untuk dapat meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu dalam mendukung upaya pencapaian swasembada gula nasional, Puslitbang Perkebunan menyelenggarakan Workshop dan Sosialisasi Percepatan Penerapan Teknologi Tebu Terpadu (P2T3) pada tanggal 27 Nopember 2012, dengan tema Akselerasi Penerapan Inovasi Teknologi Tebu Mendukung Swasembada Gula.

Workshop dan sosialisasi P2T3 dihadiri oleh para peserta yang berasal dari Dirjenbun, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian,P3GI, PTPN, Puslitbang dan Balai Besar serta Balai Nasional lingkup Badan Litbang Pertanian, Dinas Perkebunan, BPTP serta peneliti. Pada Workshop tersebut disajikan makalah kunci oleh Direktur  Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan tentang “Harapan Terwujudnya Swasembada Gula”, makalah lain yang diplenokan antara lain dari PTPN X, PSE KP dan Badan Penyuluhan dan Pengembvangan SDM Pertanian serta diikuti dengan sosialisasi kegiatan P2T3 oleh Puslitbang Perkebunan.

Acara diawali oleh pengantar Kepala Puslitbang Perkebunan (Dr. M. Syakir) sedangkan arahan dan pembukaan disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan (Ir. Gamal Nasir, MS). Dalam workshop tersebut, juga dilakukan penandatangan serah terima aset dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Medan kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *