Puslitbang Perkebunan Dukung Riset Inovatif dan Kolaborasi (RIK), Balitbangtan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Sebagai tindaklakjut pertemuan pembahasan Riset Inovatif Kolaboratif di Hotel Margo City tanggal 4 September 2020, Puslitbang Perkebunan sebagai Koordinator Program Prioritas Utama (PPU) Pengembangan Tanaman Rempah dan Obat, melaksanakan rapat koordinasi pada hari Selasa, 15 September 2020 di Ruang Rapat Lantai 2 Puslitbang Perkebunan. Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi Puslitbangbun (Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc.), dihadiri Kepala Bagian Perencanaan Balitbangtan, Kabid PE lingkup Balitbangtan, Prof Dr. Deciyanto Soetopo, Prof. Dr. Elna Karmawati, dan Ketua Kelti Analisis Kebijakan Puslitbangbun.

Rapat yang menggunakan protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 membahas Rencana Kegiatan Riset Inovasi dan kolaborasi (RIK) Tahun 2021 dengan tema Pengembangan Tanaman Rempah dan Obat Tradisional serta Pangan Lokal.

Dalam Sabutannya Rustan Massinai berharap seluruh Penanggungjawab bersinergi, berkoordinasi menyelaraskan kegiatan yang sudah direncanakan dan menjalankan sesuai juknis yang sudah dibuat agar tidak melenceng dari target waktu dan hasil yang sudah ditentukan, imbuh Rustan.

Prof. Dr. Elna Karmawati dan Prof. Dr. Deciyanto Soetopo sebagai wakil Tim Self Assesment (SA) Balitbangtan memberikan arahan bahwa RIK dimaksudkan untuk meningkatkan sinergi dan efisiensi dan menghindari tumpang tindih kegiatan riset. Semula PPU Pengembangan rempah dan obat ditujukan untuk riset Eucalyptus dari hulu sampai hilir yang menghasilkan formula sampai paten. Kegiatan RIK Yang akan dipilih adalah kegiatan dengan TKT tinggi (6-8), dan mempunyai Roadmap output yang jelas dari tahun pertama sampai 2024, serta mendukung target PPU yang telah ditetapkan.

PPU Pengembangan Rempah dan Obat semula menetapkan output akhir teknologi budidaya dan produk turunan tanaman lada, eucalyptus, sangkubak, dan tanaman obat sebagai obat DBD dan jamu ternak. Namun Kabag. Perencanaan Balitbangtan menyarankan agar PPU ini memfokuskan pada satu atau dua tanaman saja karena keterbatasan anggaran dan SDM, sehingga dapat menghasilkan output yang unggul dan berkualitas. Rapat menyepakati bahwa PPU pengembangan Tanaman Rempah dan Obat akan fokus pada tanaman Lada dan Tanaman atsiri. Lokasi riset alternative di Babel (untuk Lada) dan Jabar serta Jatim (untuk Tanaman Atsiri).

Dengan Penetapan fokus dan lokasi PPU ini, selanjutnya seluruh UK pendukung PPU Tanaman Rempah dan Obat diharapkan memperbaiki dan mengusulkan Matrik Project Digest Riset Inovatif Kolaboratif (RIK) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Puslitbang Perkebunan sebagai koordinator. Agenda perencanaan RIK selanjutnya, Tim SA Badan Litbang akan: 1) mensosialisasikan Pedum RIK kepada Koordinator PPU; 2) mendengar pemaparan Koordinator PPU tentang hasil pembahasan masing-masing PPU, dan 3) mengevaluasi usulan kegiatan RIK. (Sudarsono/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *