Puslitbang Perkebunan Akomodasi Kegiatan Penelitian di Tengah Keterbatasan Anggaran

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) Ir. Syafaruddin, Ph.D., mengatakan walaupun dalam kondisi keterpurukan anggaran, kita masih bisa mengakomodasi beberapa kegiatan penelitian meskipun ada berapa kegiatan yang diciutkan. Walaupun ada beberapa kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan, di satu sisi masih ada kegiatan Prioritas Riset Nasional (PRN).

Lebih lanjut Kapus mengatakan “Kalau tahun lalu kita pernah melangkah melaksanakan kegiatan penelitian, karena ada Covid-19 jadi terhenti pada bulan April-Mei 2020. Mudah-mudahan pada tahun 2021 ini full sampai akhir tahun, sehingga pelaporannya juga bisa komplit seperti pada tahun-tahun sebelum adanya Covid,” ujarnya dalam seminar presentasi Laporan Akhir Kegiatan TA. 2020 dan Proposal TA. 2021 di Ruang Rapat 2A Puslitbang Perkebunan, Rabu, 17 Februari 2021.

Selain itu, Kapus juga menyampaikan agar rencana kegiatan Puslitbang Perkebunan TA 2021 dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan, terutama terkait pelaporan. Tahap-tahapan yang diminta oleh Tim Program dan Evaluasi agar dapat dipenuhi. Hal ini akan menjadi evaluasi bagi bagian Perencana. “Jika dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan, kita akan lebih diperhatikan, tegas Kapus”.

Kapus pun mengingatkan agar Karya Tulis Ilmiah (KTI) bisa segera dibuat dengan menghindari plagiat, apalagi yang terkait dengan “novelti”. Jika ada pemotongan anggaran lagi, kegiatan penelitian bisa dipertimbangkan. Pasalnya, Komisi IV DPR dalam kunjungannya ke Malang kemarin sangat men-support Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian dan berharap ada penambahan anggaran nantinya. Kegiatan-kegiatan penelitian yang diseminarkan hari ini diharapkan bisa segera terlaksana, sehingga dapat berjalan berdasarkan ritme time table di proposal.

Kapus juga menginstruksikan kepada Koordinator Substansi KSPHP untuk menginisiasi seminar bulanan yang diisi oleh para peneliti lingkup Puslitbang Perkebunan beserta 4 Balit secara bergilir. Pelaksanaannya bisa secara daring dan luring. Dua seminar internasional yang akan bekerja sama dengan dua universitas pun perlu segera ditindaklanjuti. Bahkan jika memungkinkan, keduanya bisa dilaksanakan tahun ini.

Tak lupa, ia juga mengingatkan para pegawai Puslitbang Perkebunan agar selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19. “Bagi pengawai yang terpapar semoga segera disembuhkan, yang tidak/belum semoga selalu menjaga kesehatan. Mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan Allah SWT.,” ujarnya.

Sebelumnya Koordinator Substansi Program dan Evaluasi, Ir. Abdul Muis Hasibuan, M.Si. melaporkan bahwa di seminar ini ada 12 proposal penelitian yang dipresentasikan oleh para penanggung jawab RPTP, RDHP, dan RKTM. Proposal tersebut kemudian dievaluasi oleh Tim Evaluator yang terdiri dari Prof.Dr. Elna Karmawati, Prof.Dr. Deciyanto S., dan Prof. Dr. Supriadi.

Muis berharap kegiatan penelitian di Puslitbang Perkebunan ini selain bermuara pada output kegiatan, juga bermuara pada publikasi karya tulis ilmiah (KTI). “Sebisa mungkin nanti diarahkan ke KTI internasional juga. Ketika ingin menjadi suatu KTI yang bertaraf internasional, novelti dari kegiatan-kegiatan penelitian di Puslitbang Perkebunan,” ungkap Muis. (Bur/Tim Web)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *