Bimtek Padat Karya: Optimalkan Pemanfaatan Hasil Penelitian Perkebunan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Bogor, (31/03/21), Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbang Perkebunan) kembali gencar melaksanakan bimtek padat karya ke-4 yang diikuti oleh 107 orang peserta dari masyarakat yang berdomisili di daerah sekitar Kantor Puslitbang Perkebunan.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian, di mana setiap Unit Kerja/ Unit Pelaksana Teknis diharapkan dapat melaksanakan bimbingan teknis padat karya sebagai program prioritas untuk memacu pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Bimtek padat karya Puslitbang Perkebunan ke-4 dibuka oleh Koordinator KSPHP (Dr. Tedy Dirhamsyah) mewakili Kepala Puslitbang Perkebunan (Ir. Syafaruddin, Ph.D) yang berhalangan hadir. Dalam paparannya, beliau menyampaikan pesan Kepala Puslitbang Perkebunan yang mengapresiasi para peserta bimtek padat karya agar senantiasa optimis dimasa pandemik Covid -19 dan tetap selalu menjaga Kesehatan dimanapun kita berada.

Koordinator KSPHP Puslitbang Perkebunan kemudian menyampaikan profil Puslitbang Perkebunan dan Unit Pelaksana Teknis di bawahnya serta komoditas mandat. Beliau mengajak para peserta bimtek untuk mengenal aneka macam tanaman obat beserta segala macam manfaatnya dan mengajak seluruh peserta yang ingin turut memanfaatkan teknologi hasil penelitian Puslitbang Perkebunan dengan cara bersurat kepada Kepala Puslitbang Perkebunan, dengan perihal atau maksud dan tujuan untuk mempelajari produk-produk olahan melalui bimtek.

“Kami (Puslitbang Perkebunan) senantiasa terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan informasi seputar hasil penelitian dari Puslitbang Perkebunan, karena salah satu tujuan kami melakukan penelitian dan pengembangan dibidang perkebunan yaitu menciptakan inovasi hasil penelitian perkebunan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas”, Jelas Tedy.

Peserta Bimtek terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan bimtek padat karya yang dilaksanakan oleh Puslitbang Perkebunan, hal ini ditunjukan dengan datang lebih awal dan membawa peralatan seperti: cangkul, sapu, sabit serta perlengkapan lain untuk mendapatkan pelatihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *